13 January 2021, 00:35 WIB

Gubernur Sumsel akan Jalani Vaksiniasi di Puskesmas


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan memastikan penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, mengatakan, izin penggunaan darurat atau Emergency use authorization (EUA) dan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk vaksin Sinovac telah keluar sehingga pelaksanaan vaksinasi telah dapat dilakukan.

"Vaksinasi perdana di Palembang rencana dilakukan di Puskesmas Gandus, Palembang pada 14 Januari. Gubernur Sumsel yang pertama jalani vaksin. Beliau sudah mengatakan itu dan komit. Semoga diberikan kelancaran," ujarnya saat pendistribusian vaksin di Gudang Vaksin di Jalan Mayor Salim Batubara, Selasa (12/1).

Lesty menambahkan, sebanyak 30 ribu dosis vaksin Sinovac telah didistribusikan ke dua daerah di Sumsel yakni kota Palembang dan Ogan Komering Ilir. Menurut dia, awalnya 30 ribu dosis vaksin tersebut akan didistribusikan ke empat kabupaten dan kota di Sumsel. Namun, atas instruksi pemerintah pusat vaksinasi dilakukan di dua daerah.

"Pusat menginstruksikan didistribusikan ke daerah yang terdekat terlebih dahulu. Maka untuk Palembang didistribusikan 23.600 dosis dan untuk OKI 6.400 dosis," katanya.

Pelaksanaan vaksinasi di Sumsel akan dilakukan oleh 2.550 tenaga kesehatan khusus (vaksinator). Saat ini vaksinator tengah mengikuti pelatihan secara daring dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto. Pelatihan dibagi lima gelombang dan ditargetkan selesai pada 27 Januari 2021.

"Vaksinator sedang dilatih sehingga pemberian distribusi vaksin juga disesuaikan tentunya dengan pelatihan vaksinator. Kalau vaksinator belum dilatih tentu tidak bisa melakukan vaksinasi," jelas Lesty. (R-1)

 

BERITA TERKAIT