12 January 2021, 23:32 WIB

Pupuk Langka, DPRD Brebes Minta Penjelasan Pemkab


Supardji Rasban | Nusantara

GERAH dengan keluhan petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di pasaran, Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memanggil sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Selasa (12/1). Tidak hanya pejabat terkait, termasuk para distributor pupuk yang ada wilayah Kabupaten Brebes.

Anggota Komisi II DPRD Brebes, Sudono, menjelaskan jika kelangkaan pupuk berawal dari kekurangan pupuk dampak dari pandemi Covid-19. "Kekurangannya mencapai empat puluh persen," ujar Sudono.

Ia menuturkan, untuk mengatasi terjadinya kelangkaan pupuk di tingkat petani, pada November 2021 sudah terpenuhi tapi kenyataan di lapangan petani masih saja kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

"Kesulitan membeli pupuk bersubsidi karena harus menggunakan kartu tani. Sedangkan fakta di lapangan  banyak petani yang tidak masuk dalam kelompok tani sehingga tidak memiliki kartu tani," terang Sudono.

Padahal kata Sudono, hingga akhir Desember 2020 masih tersimpan 2.096 ton pupuk bersubsidi di gudang milik para distributor. "Para penjual pupuk bersubsidi tidak berani mengeluarkan karena petani yang membeli tidak menyertakan kartu tani," jelasnya.

Dewan berharap Pemkab Brebes di tahun 2021 ini bisa menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk yang terjadi hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Brebes. "Apalagi Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional dari sektor pertanian," kata Sudono. (R-1)

BERITA TERKAIT