12 January 2021, 17:05 WIB

Sinergi dan Optimisme Kunci Pemulihan Ekonomi Kalteng


Surya Sriyanti | Nusantara

PEREKONOMIAN dunia, nasional dan regional Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terpukul oleh pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Kendati ekonomi Kalteng sempat tumbuh pada triwulan I 2020, terkontraksi pada dua triwulan berikutnya, masing-masing sebesar -3,15%(yoy) pada triwulan II 2020 dan sebesar -3,12%(yoy) pada triwulan III 2020.

"Namun, potensi pemulihan ekonomi daerah secara gradual mulai terlihat sejak berakhirnya triwulan III 2020. Meski secara agregat ekonomi daerah pada tahun 2020 belum sepenuhnya normal, seperti kondisi sebelum pandemi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng Rihando dalam keterangan tertulis, Senin (11/1) .

"Beberapa indikator ekonomi daerah sampai dengan akhir tahun 2020, baik dari sisi permintaan maupun penawaran menunjukkan adanya perbaikan dengan potensi pertumbuhan kedepan yang perlu disambut dengan optimis dan sinergi," ujarnya.

Indikasi pemulihan ekonomi, jelas dia,  terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi. Baik dari indikator mobilitas masyarakat, konsumsi pemerintah, rumah tangga, ekspor-impor dan investasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalteng menunjukkan adanya kenaikan aktivitas di pelabuhan dan bandara. Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan pada November 2020 naik sebesar 1,64%, dengan jumlah penumpang melalui transportasi laut naik 2,29% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Demikian halnya dengan frekuensi penerbangan pada bulan  November 2020 naik sebesar 2,82% dengan jumlah penumpang transportasi udara tumbuh sebesar 19,46% dan lalu lintas barang melalui udara juga tumbuh sebesar 13,24% dibandingkan dengan bulan sebelumnya,' jelas Rihando.  (OL-13)

Baca Juga: Akibat Korona, Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Turun 58%

BERITA TERKAIT