12 January 2021, 16:34 WIB

Akibat Korona, Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Turun 58%


John Lewar | Nusantara

Target penerimaan pajak dari sektor pariwisata baik penerimaan pajak pemasukan hotel maupun restoran di Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, menurun dratis total dari target yang ingin dicapai.

Pada 2019 realisasi penerimaan mencapai Rp42 miliar lebih. Sementara pada 2020 hanya Rp17 miliar lebih. Ini artinya turun 57%. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Salvador Pinto, Selasa (12/1/2021) kepada Media Indonesia di ruang kerjanya.

Sementara itu retrebusi pariwisata tahun 2019 sebesar Rp18 miliar lebih. Di tahun 2020 hanya mencapai Rp2 miliar. Ini penurunan yang sangat karena dratis hanya tercapi 15% saja.

Salvador Pinto menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi akibat wabah virus corona yang melanda segala lini kehidupan, termasuk sektor pariwisata yang menjadi primadona penerimaan pajak daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat.

"Kejadian ini tak bisa disangkal lagi karena di luar perkiraaan. Ini Wabah pandemi global. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar pengendalian dan pengelolaan keuangan negara bisa berjalan dengan baik. Sehingga Pemerintah lebih fokus pada penggendalian pencegahan dan menekan lajunya penularan virus corona," ujar Salvador.

"Daya upaya kita akan mengerahkan semua sumber daya yang ada baik dana yang bersumber dari transfer pemerintah pusat kita akan mengelola sebaik mungkin sehingga pertumbuhan dan lajunya ekonomi masyarakat tidak macet total," beber Pinto.

Dia mengatakan pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan aset daerah agar penerimaan bisa bertahan dan pemerintahan ini bisa berjalan baik dari segi pembangunan sarana maupun prasarana.Dan yang paling penting ialah pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan lancar jangan sampai terkendala karena pajak.

"Yang utama ialah membiarkan pertumbuhan ekonomi warga berjalan. Jangan sampai terhambat kerena pajak," katanya. (JL/OL-10)

BERITA TERKAIT