12 January 2021, 15:58 WIB

Ratusan Jiwa di Sukabumi Siap Direlokasi akibat Pergerakan Tanah


Benny Bastiandy | Nusantara

PERGERAKAN tanah di Kampung Suradita RT 18/08 dan Kampung Balekambang RT 15/06, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus meluas. Ratusan jiwa warga setempat pun segera direlokasi ke tempat yang sudah dipersiapkan.

Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pergerakan tanah di dua kampung terjadi pada Rabu (23/12/2020). Retakannya terjadi setelah beberapa hari sebelumnya wilayah itu diguyur hujan deras.

"Kampung yang diterjang pergerakan tanah lokasinya bersebelahan," kata Daeng, Selasa (12/1).

Hasil pendataan di lapangan, kata Daeng, terdapat sebanyak 129 unit rumah yang terdampak atau sebanyak 230 kepala keluarga atau 700 jiwa. Pascakejadian, belum ada evakuasi barang atau orang di lokasi.

"Ada beberapa rumah yang mengalami keretakan pada bagian dinding dan lantai. Di Kampung Suradita terdapat 5 unit rumah dan di Kampung Balekambang ada 9 unit rumah," terang Daeng.

Daeng menuturkan sudah sedang dibahas rencana relokasi warga. Hasil pertemuan, disepakati tempat relokasi menggunakan bangunan SMPN 2 dan SD.

"Dipakainya bangunan SMPN 2 dan SD merupakan hasil kesepakatan pertemuan dengan Dinas Pendidikan, pihak kecamatan, desa, dan masyarakat. Relokasi didasari pertimbangan karena pergerakan tanah makin meluas," jelasnya.

Digunakannya bangunan sekolah sebagai tempat relokasi ataupun evakuasi sementara karena kegiatan belajar tatap muka ditunda sementara. Tempat itu diusulkan pihak desa dan BPBD.

"Kami (desa dan BPBD) mempersiapkan dan mengusulkan tempat atau lahan sebagai bahan relokasi," pungkasnya.

Sementara itu di Kota Sukabumi, satu lokal bangunan perpustakaan berukuran 7x8 meter di SDN Situ Endah 1, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, ambruk, Selasa (12/1) sekitar pukul 06.15 WIB. Kejadian tersebut diduga karena kondisi bangunan sudah lapuk.

"Kondisi atap sudah keropos sehingga saat tertiup angin kencang jadi ambruk," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Whardani.

Saat ini sedang dilakukan penanganan tim BPBD di bawah kendali Seksi Kedaruratan dan Logistik. Hasil estimasi, nilai kerugian ditaksir sekitar Rp39 juta. "Media pembelajaran sebagian rusak dan sarana prasarana terganggu,"pungkasnya. (BB/OL-10)

BERITA TERKAIT