12 January 2021, 10:30 WIB

Belajar Tatap Muka di Simalungun Tunggu Status Zona Hijau


Apul Iskandar | Nusantara

SEKRETARIS Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Simalungun Parsaulian Sinaga menegaskan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah hanya boleh dilaksanakan di wilayah zona hijau. Untuk itu, penyelenggaraan belajar tatap muka masih menunggu penetapan status zona penyebaran covid-19 di Kabupaten Simalungun.

"Sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Sumatra Utara mengimbau untuk menunda kegiatan belajar tatap muka. Sampai saat ini status zona penyebaran covid-19 di Kabupaten Simalungun masih oranye. Sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tidak bisa dilaksanakan," kata Parsaulian Sinaga di ruang kerjanya, Senin (11/1).

Parsaulian Sinaga menerangkan untuk dimulainya penyelenggaraan belajar tatap muka, Dinas Pendidikan Simalungun masih menunggu keputusan dari Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Sumatra Utara sembari mempersiapkan standar protokol kesehatan di sekolah.

"Jadi kita tidak berani melanggar keputusan Satgas Covid-19 Provinsi Sumut. Teknisnya kabupaten/kota berhak mengajukan tetapi jika Gubsu tidak menyetujui maka kita tidak akan mungkin melanggar keputusan dari Gubsu. Nantinya Tim satgas Covid-19 Provinsi Sumut akan menindaklanjuti ke tim gugus kabupaten untuk mengajukan daerah mana yang masih termasuk zona hijau," tuturnya.

Baca juga: Penyuluh Kenalkan Sistem Tanam Jarwo pada Petani Simalungun

Untuk teknisnya sesuai dengan pesan Gubernur Sumatra Utara agar SMK dan SMA terlebih dahulu yang menyelenggarakan belajar tatap muka baru, lalu dua bulan selanjutnya diikuti oleh SMP dan selanjutnya SD.

Parulian Sinaga menambahkan sebelum memperbolehkan belajar tatap muka di setiap sekolah, Pemkab Simalungun telah melakukan berbagai upaya serta persiapan agar di setiap sekolah-sekolah mematuhi serta mengikuti standar protokol kesehatan di antaranya menyediakan peralatan cuci tangan, thermogun, sanitizer, disinfektan, kamar mandi serta penyediaan fasilitas sumber air minum.

"Sampai saat ini kita telah mengajukan untuk pemasangan air minum ke setiap sekolah-sekolah khusus nya di wilayah Simalungun atas. Selain itu, hampir semua guru juga melakukan kunjungan ke dusun-dusun untuk menggelar belajar tatap muka khususnya bagi para siswa siswi yang tidak memiliki gadget android dan belum memiliki akses jaringan internet dimana ada sekitar 98 sekolah belum memiliki jaringan akses internet di Kabupaten Simalungun," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT