11 January 2021, 23:40 WIB

Jalur Evakuasi KRB III Merapi di Bakalan Selo Tertutup Longsor


Widjajadi | Nusantara

MATERIAL longsor menutup akses jalur evakuasi warga kawasan rawan bencana (KRB) III Dukuh Bakalan, Desa Klakah, kecamatan Selo. Situasi Merapi yang dalam fase erupsi dalam beberapa hari terakhir ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Boyolali mempercepat proses pembersihan material longsor dengan peralatan berat Bakchoe.

"Ya kejadian longsor di tengah situasi fase erupsi ini, membuat segenap relawan kebencanaan bekerja keras untuk menyingkir material longsor yang menutup jalir evakuasi Bakalan," ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, Senin (11/1) di Selo.

Bencana longsor di Dukuh Bakalan ini terjadi Minggu (10/1) saat hujan deras masih mengguyur wilayah lereng Merapi sisi utara. Hingga Senin pagi, relawan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan DPU Boyolali berhasil membersihkan material tanah yang menutup badan jalan jakir evakuasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kasus bencana tanah longsor.Namun begitu, warga sekitar Bakalan dan sekitarnya diminta hati hati karena jalan licin. Selain berfungsi jakur evakuasi, jalan desa Bakalan iti tiap hari untuk lalu lintas angkutan sayur yang akan dibawa ke Cepogo maupun Magelang.

Bambang Sinungharjo menjelaskan, bencana banjir juga terjadi disejumlah desa di kecamatan Andong dan Karanggede, ketika Sungai Braolo meluap, karena hujan deras sepanjang tiga jam pada Minggu sore (10/1).

Air bah yang meluap dari Sungai Braolo itu menggenangi sawah, pemukiman dan bahkan 4 rumah industri tahu, dan bahkan sempat menghanyutkan dua warga setempat, yang kemudian bisa diselamatkan tim SAR gabungan dari relawan, TNI dan Polri.

"Dalam bencana banjir itu tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkab

Desta Riski Ariyanto, 17 th, pelajar SMK Marif 2 Boyolali, Islam, alamat Tretes Rt 03/02 Ds. karangkepoh, Kec.Karanggede dan Ali Firmansyah,16, warga Karangkepoh. Keduanya selamat dan telah diambil keluarganya," imbuh Bambang.

Banjir yang menggenangi pemukiman dan jalan jalan serta hamparan tanaman padi itu Minggu malam sudah surut.Hingga Senin pagi, warga masih sibuk bersih bersih limpur yang masuk rumah mereka. Ada sedikitnya 15 rumah yang diredam air lumayan parah. (OL-13)

Baca Juga: Merapi masih Menyimpan Bahaya

BERITA TERKAIT