06 January 2021, 20:23 WIB

Masuk Sumsel Wajib Rapid Antigen


Dwi Apriani | Nusantara

DAMPAK dari kebijakan pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali, Sumatera Selatan akan memperketat pintu masuk kedatangan. Bukan hanya transportasi udara, pengetatan juga dilakukan di pintu masuk Sumsel melalui jalan darat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, di Sumsel tidak menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat seperti di Jawa dan Bali. Namun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya terus memperketat pintu masuk kedatangan ke Sumsel, baik di Bandara, pelabuhan, maupun di pintu tol.

"Jadi memang sejak awal kita sudah melakukan pengetatan di pintu masuk Sumsel. Bahkan semua masyarakat di luar Sumsel yang mau masuk ke wilayah kita harus memiliki bukti pemeriksaan rapid test antigen," jelasnya, Rabu (6/1).

Bahkan, pihaknya juga sudah menyediakan rapid test gratis di pintu masuk Tol Kayuagung. Untuk rapid test gratis ini dilakukan sampai 8 Januari 2021.

"Ada rapid test gratis di pintu tol Kayuagung. Jadi masyarakat yang tidak memiliki bukti pemeriksaan rapid test bisa datang langsung dan melakukan rapid test di lokasi. Hanya saja, pelayanan rapid test ini hanya pada pukul 08.00-10.00 WIB dan 15.00-17.00 WIB," jelasnya.

Lesty menerangkan, untuk seluruh masyarakat yang mau datang ke Sumsel harus bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemda. Selain itu, semua pendatang ataupun masyarakat Sumsel sendiri untuk tetap memegang teguh penerapan protokol kesehatan sehari-hari.

"Semua masyarakat, termasuk pendatang, harus dan wajib melakukan prokes, baik mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Yang paling penting, hindari kerumunan. Kita tentunya tidak ingin virus korona ini menyebar luas. Karena itu juga penting dilakukan PHBS (pola hidup bersih dan sehat," terang dia. (R-1)

BERITA TERKAIT