06 January 2021, 13:40 WIB

Proyek Hunian di Kawasan Bandung Selatan Ini Menyasar PNS


mediaindonesia.com | Nusantara


PANDEMI covid-19 belum mereda. Namun dengan strategi matang, pandemi tidak jadi penghalang bagi pengembang untuk melanjutkan proyek mereka. Seperti yang dilakukan DMS Propertindo yang siap memulai kembali pengerjaan megaproyek perumahan terbarunya di Bandung, Jawa Barat.

Kali ini, DMS Propertindo berfokus membangun jenis rumah tapak. Proyek ini menjadi gebrakan baru di tengah pandemi covid-19. DMS Propertindo berupaya untuk berinovasi dan terus melakukan terobosan untuk menjawab kebutuhan pasar akan hunian yang ekonomis di kawasan strategis.

Proyek di atas lahan 63 hektare ini nantinya terdiri atas perumahan berkonsep klaster dengan desain arsitektur modern, serta penataan masterplan bertaraf kota mandiri. Pengembangan lahan untuk perumahan tersebut kini sudah berjalan hingga 20%.

"Berbeda dengan proyek-proyek DMS Propertindo sebelumnya yang diperuntukkan untuk masyarakat umum, khusus untuk proyek rumah tapak ini, DMS Propertindo menyasar kalangan instansi pemerintah seperti TNI, Polri, dan PNS," ujar Sekretaris PT DMS Propertindo Tbk, Haryadi, dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Maret 2018 lalu, lanjut Haryadi, DMS Propertindo telah menandatangani MoU dengan Persatuan Guru Republik  Indonesia (PGRI) Jabar. Adanya MoU ini menjadikan proyek rumah tapak pertama diperuntukkan untuk para guru PNS yang ada di kota Bandung.


Baca juga: Revitalisasi Benteng Van Den Bosch Telan Biaya Rp113,7 M


Ia menambahkan, proyek ini sedang dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, di atas lahan seluas 63 hektare itu akan dibangun hunian dengan jumlah total mencapai 1.400 rumah yang dilakukan secara bertahap.

Khusus untuk proyek rumah tapak ini, DMS Propertindo menyediakan 7 tipe rumah, yaitu tipe 36, 45, 54, 60, 70, 90, dan 120. Khusus untuk tipe 36, 45, 54 sengaja dibangun dengan jumlah lebih banyak jika dibandingkan dengan rumah tipe 60 hingga 120. Lingkungan yang ditawarkan di proyek ini lebih menonjolkan konsep modern bernuansa hijau yang menggabungkan antara hunian, taman hijau, area Komersil, tempat hiburan keluarga, rumah sakit, sekolah, dan pasar modern.

DMS Propertindo memiliki alasan khusus mengapa memilih Bandung Selatan sebagai lahan bisnis proyek hunian. "Label Bandung sebagai area pendidikan dan kawasan wisata nomor satu menjadi selling point utama bagi bisnis properti di Kota Bandung," kata Haryadi.

Apalagi dukungan perkembangan infrastruktur transportasi seperti Tol Padaleunyi, Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja). Serta adanya rencana pengembangan jalur kereta api, elevated toll road, rumah sakit, dan sekolah dipastikan akan membuat kawasan ini kian berkembang. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT