06 January 2021, 12:59 WIB

34 Rumah Dampak Erupsi Rusak, Pemilik Kembali Mengungsi


Alexander P Taum | Nusantara

PEMULANGAN pengungsi bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, 2 Januari 2021 lalu menyisahkan masalah pelik di tiga Desa terdampak. Ratusan atap rumah warga yang bocor akibat erupsi hebat 29 November 2020, belum dapat diperbaiki. Akibatnya, warga terpaksa mengungsi lagi secara mandiri.

Komunitas Relawan Taman Daun, mencatat adanya 50 rumah dalam kondisi rusak berat pada bagian atapnya. Kondisi rumah yang rusak berat tersebut tersebar di Desa Bunga Muda, Lamawara dan Lewotolok, Kecamatan Ile Ape. Kini warga pemilik rumah yang rusak berat itu terpaksa mengungsi lagi ke rumah tetangga, namun ada pula warga terpaksa tidur di dalam rumah walau dengan atap yang bocor.

"Dan untuk warga yang rumahnya belum baik, ada yang tidur di tetangga, ada yang terpaksa tidur di kebun, ada yang tidur di dapur, ada juga yang lari ngungsi dari posko utama ke rumah keluarga di Lewoleba," ujar Koordinator Komunitas Taman Daun, John Batafor, Rabu (6/1).

Disebutkan, dari total 50 rumah yang rusak berat itu, pihaknya telah memperbaiki 16 buah rumah. Tersisa 34 rumah dalam kondisi rusak berat yang masih perlu uluran tangan. Taman daun menargetkan perbaikan 20 unit rumah.

"Kita sudah kerja perhari ini, 13 rumah siap huni di desa Bunga Muda dan 3 rumah di Desa Lamawara, jadi totalnya 16 rumah yang sudah kita kerja," ujar Batafor.

Disebutkan, komunitas para pemuda yang membiayai sendiri perbaikan rumah korban erupsi Gunung Ile Lewotolok itu, mengerahkan tiga tim untuk perbaikan rumah tersebut. Batafor mengaku komunitasnya menyediakan biaya Rp88 Juta untuk kebutuhan pembelian seng untuk 20 unit rumah ditambah Rp2.700.000 untuk paku seng, dan Rp13 juta untuk bubungan bagi 20 unit rumah.

baca juga: Pengendara Motor Pingsan Tertimpa Pohon Tumbang di Wailiti 

Biaya berasal dari kocek pribadi dan urunan bersama anggota komunitas Taman Daun ditambah juga dari Orang Lembata di luar anggota Komunitas.

"Saat ini kondisi batin saya dan teman-teman super sedih dan panik karena kita ingin kerja cepat selesai, sebab warga sudah balik tetapi atap rumah bocor, ini musim hujan," ujar John Batafor, KoordinatorKomunitas Taman Daun prihatin.

Sementara itu, Rafael Rabu Nihan atas nama Sakarias Sengaji Nihan, warga Desa Bunga Muda, pemilik rumah rusak berat yang telah diperbaiki oleh Komunitas Taman Daun pada 22 Desember 2020 menyatakan terimakasih tak terhingga atas bantuan kemanusiaan tersebut.

"Syukur Puji Tuhan. Inisiatif sendiri Taman Daun lakukan survey tanpa sepengetahuan pemilik rumah, langsung hadir dengan material atap berupa seng, bahan kayu, dan lain-lain, untuk melakukan perbaikan. Saya baru tahu kalau Taman Daun telah lama membantu membangun rumah masyarakat miskin. Bukan hanya pada saat erupsi gunung Ile Lewotolok sekarang. Hari Selasa 22 Desember 2020 telah selesai ganti atap di Desa Bungamuda. Atas nama pemilik bapak bungsu saya, Sakarias Sengaji Nihan, terima kasih tak terhingga buat Taman Daun pemerhati masyarakat tak mampu," ungkap Rafael. (OL-3)

BERITA TERKAIT