02 January 2021, 23:55 WIB

Gajah Jinak Bernama Otto Tewas dengan Usus Kehitaman


Amir MR | Nusantara

GAJAH (Elephas maximus sumatranus) jinak di CRU (Conservation Response Unit)  Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Provinsi Aceh, tewas. Belum diketahui secara persis penyebab kematian gajah jantan yang diberi nama Otto tersebut.

Padahal belakangan ini, gajah yang berasal dari hasil tangkapan di kawasan
hutan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya itu dikenal sangat aktif. Bahkan Otto sering digunakan untuk menghalau gajah liar yang merusak kebun dan turun ke
dekat perkampungan warga.

Sebelumnya, pada 27 Desember 2020 gajah dewasa berusia sekitar 25 tahun itu
menderita diare, kurang nafsu makan, dan lemas. Seorang mahout (pawang gajah) sempat melaporkan kondisi kesehatan hewan bertubuh besar dilindungi itu kepada pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh.

Mahout meminta pihak BKSDA segera melakukan penanganan medis supaya Otto lekas sembuh. Ternyata kondisi kesehatannya semakin buruk. Lalu selang beberapa jam ia menghembuskan nafas terakhir.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto, Jumat (1/1), mengatakan berdasarkan hasil autopsi tim medis kesehatan hewan, pihaknya menemukan perubahan warna menjadi hitam pada usus gajah. Lalu ada manifestasi endoparasite.

Guna mengungkap penyebab kematian, pihak BKSDA sudah mengambil sampel bagian jantung, hati, paru, limpa, usus, feses, dan lidah gajah. Hal dilakukan untuk pemeriksaan secara detail dan akurat di Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Sedangkan dua gadingnya akan diamankan di Kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh," tutur Agus Arianto.

Informasi lain yang berhasil diperoleh Media Indonesia, Sabtu (2/1), menyebutkan ada dugaan gajah itu mati karena termakan racun. Itu karena kondisi usus dan bahan dalam gajah tidak sebagaimana biasanya atau berubah warna. (OL-14)

BERITA TERKAIT