29 December 2020, 20:35 WIB

Ironi, Destinasi Wisata Premium Sampah Menumpuk


John Lewar | Nusantara

PEMANDANGAN tak sedap terlihat di lokasi pariwisata super premium dengan penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Biasanya, dipenghujung tahun kota wisata berhias untuk menarik wisatawan. Ini justru dihiasai sampah berserakan di ruas jalan trotoar di sana dan mengundang bau tak sedap.

Pemerintah pusat sudah menata panorama di sepanjang ruas trotoar Labuanbajo dengan apik. Tujuannya untuk menyambut kunjungan wisata dunia maupun domestik. Sayang, pemerintah setempat tidak serius dan sampah menggunung hampir satu pekan ini dibiarkan terlantar tanpa ada pihak yang bertangung jawab.

Misionaris asal Spanyol Sr.Adelin Carolina SSPs kepada mediaindonesia.com menyayangkan sikap dan prilaku warga Kota Labuanbajo dan juga pemerintah setempat. Sebab belum berubah dalam menerima perubahan kota baik pebangunan penataan kota maupun persaingan di dunia usaha.

Adelin biarawan yang bertugas di Spanyol itu, menyebut masyarakat Manggarai Barat dan Flores, serta NTT pada umumnya harus menyadari dan mengikuti perkembangan kemajuan dari berbagai aspek. Harus mampu mengubah prilaku  yang berdampak merusak citra pariwisata NTT di mata dunia.

"Menyandang predikat pariwisata super premium menunjukan bahwa Labuanbajo sudah saatnya mengikuti perubahan. Intinya Labuanbajo telah mewakili kepentingan negara untuk dunia, dalam menyambut  banyaknya kunjungan wisatawan dunia dari berbagai penjuru," ungkap Adelin, Selasa (29/12).

Premium berkelas ini, hendaknya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Trotoar tidak di jadikan tempat parkir kendaraan. "Masih banyak masyarakat belum sadar akan hal ini. Pemkot juga jangan biarkan menumpuk dipinggir jalan yang menimbulkan bau atau polusi berdampak penyakit," katanya.

Biarwati katolik itu menambahkan keutamaan suatu daerah itu kerap diminati wisatawan adalah kebersihan, keramahan,keindahan dan kenyamanan. Jika hal ini tidak di perhatikan icon pariwisata komodo bisa menimbulkan penilaian daya dukung untuk pariwisata.

Sementara itu, wisatawan Belgia Markus Moris Edrij meminta otoritas kebersihan lingkungan memastikan sampah itu harus di evakusi pada titik pengolahan sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap.

Menurut dia, ketertarikan suatu daerah dilihat dari kebersihan. Kota yang bersih mengairahkan orang untuk berkunjung menikmati keindahan alamnya. Jaka banyak sampah itu menjadi momok yang menakutkan.

"Saya melihat di sepanjang ruas jalan masih ada tumpukan sampah. Padahal jalan kota ini telah ditata rapih dengan trotoar super mewah. Kalau tidak berubah saya kapok datang ke Labuanbajo," ujarnya.(OL-13)

BERITA TERKAIT