26 December 2020, 19:15 WIB

Tiga Pejabat Kudus Positif Covid-19


Akhmad Safuan | Nusantara

TIGA pejabat di Kabupaten Kudus terkonfirmasi positif covid-19. Plt Bupati
Kudus HM Hartopo menginstruksikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus
untuk melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat kontak erat dengan
tiga pejabat di Kudus tersebut.

Kasus covid-19 di Kabupaten Kudus masih cukup tinggi dan rawan terjadi penyebaran. Klaster perkantoran diperkirakan kembali muncul setelah tiga pejabat terkonfirmasi positif korona serta kini menjalani perawatan dan isolasi.

Tiga pejabat Kabupaten Kudus positif terpapar covid-19 yakni Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Samani Intakoris, dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono.

Data dihimpun dari Dinas Kesehatan Kudus hingga saat ini warga terkonfirmasi covid-19 di daerah ini telah mencapai 3.389 orang yakni 113 orang masih dirawat di rumah sakit, 256 orang isolasi mandiri, 2.674 orang sembuh, dan 346 orang tercatat meninggal dunia. "Benar saya juga baru dapat kabar Ketua DPRD Kudus Masan positif covid-19, tetapi kalau Pak Sekda sudah beberapa hari lalu," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Selain kedua pejabat tersebut, lanjut Hartopo, satu lagi pejabat yakni
Kepala BPPKAD Kudus Eko Djumartono juga terkonfirmasi positif korona. Untuk memastikan dan percepatan penanganan diintruksikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus untuk melakukan tracing pada orang yang telah kontak erat dengan tiga pejabat di Kudus tersebut.

Tracing tidak hanya dilakukan pada kalangsn aparatur sipil negara (ASN), demikian Hartopo, tetapi juga teman dan keluarga untuk memastikan ikut terkena covid-19 atau tidak. "Awalnya keluarga Pak Sekda sempat tidak mau di-tracing, tapi saya instruksikan untuk tetap dilakukan," tambahnya.

Untuk melakukan tracing, ungkap Hartopo, Pemkab Kudus telah mendapat bantuan sekitar 400 rapid antigen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tapi jumlah itu masih jauh dari kurang sehingga diupayakan ada penambahan. Apalagi akurasi tes antigen cukup tinggi dibanding antibodi. (OL-14)

BERITA TERKAIT