22 December 2020, 23:44 WIB

Polisi Sita 300 kg Daging Rusa yang Dibantai di Kawasan Komodo


John Lewar | Nusantara

Habitat ekosistem kawasan Taman Nasional Komodo akhir akhir ini terancam punah. Betapa tidak, perburuan secarah liar gencar dilakukan dalam tahun berjalan di 2020 ini, para penjarah hewan asal Bima NTB, telah dua kali berhasil bobol dan membantai puluhan ekor rusa di Kawasan milik Taman Nasional Komodo Manggarai barat Nusa Tenggara Timur(NTT).

Perlu diketahui bahwa rusa ini satu-satunya makanan hewan komodo. Dan dipastikan telah terjadi penurunan populasi rusa dalam kawasan komodo yang menjadi mangsa utama hewan komodo.

Meski telah banyak rusa yang dibantai, aparat penyidik gabungan Polres Manggarai Barat hanya berhasil menyita sedikitnya 300 kg daging rusa yang diambil dari wilayah kawasan Taman Nasional Komodo.

Demikian disampaikan Kapolres Manggarai barat AKBP Bambang Hari Wibowo melalui kasat reskrim AKP Libartino Silaban dalam jumpa pers Selasa (22/12) Hari mengatakan pihaknya berhasil mengamankan 300 kg daging rusa dari areal pelabuhan feri Labuanbajo.

Pemilik IH, asal Golo Mori kecamatan Komodo mengunakan mobil pick up hendak membawa daging rusa itu ke Sape menuju Bima NTB. IH ketahuan saat digelar razia operasi lilin jelang Natal dan Tahun Baru oleh petugas. Saat mengecek pelabuhan, tercium bau daging yang dikemas dalam karung tiga koli.

Operasi penangkapan itu dilakukan petugas polres di lokasi pelabuhan fery Labuanbajo. Dari pick up warna hitam ditemukan tujuh karung yang terbungkus rapi dengan di dalamnya berisi daging rusa.

"Dari hasil sementata IH mengaku akan dibawa ke Sape dan Bima untuk dijual. Kita dapat itu setelah adanya pengeledahan kemudian mobil dan barang bukti termasuk sopir kondektur dan pemilik barang diamankan," terang Libartino.

Lebih jauh, kata Libartino, pihaknya telah mengantongi nama nama lain dan akan sesegera mungkin melakukan pengejaran dan penangkapan para pelaku perburuan liar di kawasan TNK.

"Dari pengakuan ada nama lain, akan kita kejar hingga usut tuntas. IH mengaku daging itu di beli dari pihak lain dengan harga murah. Dan daging rusa itu diambil dari kawasan Komodo," ujar Libartino.

Libartono berjanji secepat mungkin pihaknya akan mengusut tuntas dalang di peristiwa yang mengancam kelestarian alam komodo. Hingga berita ini ditulis pihak Balai Taman Nasional komodo belum berhasil dikonfirmasi. (JL/OL-10)

BERITA TERKAIT