20 December 2020, 12:14 WIB

Operasi Bantu Tanam Pacu Realisasi Tanam di Zona Merah Erupsi


Alexander P. Taum |

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, terus memacu rencana realisasi tanam 2020 dengan Operasi Bantu Tanam. Pemerintah setempat mengerahkan sumber daya guna membantu realisasi tanam di Dua Kecamatan terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat juga mendorong pencapaian rencana realisasi tanam 2020 di 7 Kecamatan lain di Lembata, dengan memanfaatkan curah hujan yang diprediksi normal pada 2020.

Bencana erupsi gunung berapi Ile Lewotolok yang melanda dua Kecamatan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 29 November 2020 lalu, menghambat pencapaian rencana realisasi tanam 2020 di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menargetkan realisasi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur sebanyak 2.611 Ha.

''Saya sampaikan ke Komando Tanggap Darurat Erupsi Ile Lewotolok, kemudian saya buat rencana operasi bantu tanam. Kerja mulai 8 Desember 2020. Seluruh ASN Dinas Pertanian yang bekerja di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, ditambah seluruh staf di seluruh kecamatan turun bergilir bantu petani untuk tanam. Kami juga dibantu relawan dari Universitas Muhamadiyah Kupang dan SMKN II Lewoleba,'' ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, drh. Matias A.K Beyeng.

Dikatakan, pihaknya fokus membantu petani dari 8 desa terdampak erupsi yang memiliki lahan kebun di wilayah zona hijau. Operasi tanam mulai dilaksanakan sejak 8 Desember 2020 lalu.

''Delapan desa yang kami bantu tanam yakni Desa Waimatan, Lamagute, Napasabok, Bungamuda, Lamawara, Amakaka, Tanjung Batu dan Waowala. Sekarang tersisa dua desa,'' ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, drh. Matias A.K Beyeng.

Pihaknya mengaku kesulitan mendorong realisasi tanam di Kecamatan Ile Ape Timur sebab wilayah tersebut masuk zona merah erupsi Ile Lewotolok. Meski demikian, pihaknya masih mendata para petani di Zona merah itu yang memiliki lahan di zona hijau untuk dibantu.

Dalam operasi tanam tersebut, Dinas Pertanian setempat membantu para petani yang masih menempati posko pengungsian untuk menanam padi dan jagung serta memobilisasi para petani dari posko pengungsian untuk berkebun. (PT/OL-10)

BERITA TERKAIT