11 December 2020, 10:05 WIB

Gandeng Tsingshan Steel, Freeport Siap Bangun Smelter di Halmahera


Mediaindonesia.com | Nusantara

PERUSAHAAN tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku siap membuka pabrik pemurnian atau smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Saat ini mereka masih membahas potensi kerja sama dengan investor asal Tiongkok, Tsingshan Steel yang merupakan salah satu investor di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berlokasi di Halmahera.

"Memang benar bahwa kami di-approach (didekati) oleh Tsingshan yang berkeinginan juga untuk membangun pabrik tembaga di Halmahera dan kami masih dalam tahap pembicaraan," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam rapat dengan komisi VII DPR RI di Jakarta pada Senin (7/12) lalu.

Baca juga: Freeport Akui Minta Tenggat Proyek Smelter Manyar Diundur 1 Tahun

Pemerintah sebelumnya memberi dua pilihan untuk lokasi smelter tembaga PT Freeport Indonesia. Pertama, di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Sedangkan pilihan kedua di Kawasan Industri Weda Bay milik PT IWIP, Halmahera Tengah.

Perwakilan dari pemerintah dalam hal ini Mining Industry Indonesia (MIND ID) sebagai holding milik BUMN, melalui Direktur Utama Orias Petrus Moedak mendukung rencana PT Freeport Indonesia untuk menggandeng Tsingshan tersebut dan memilih lokasi di Weda Bay.

Namun Orias memberi syarat bahwa biaya pembangunannya nanti harus lebih kecil dibanding hitungan awal di Gresik yang membutuhkan investasi sebesar US$3 miliar, dan MIND ID selaku induk usaha harus menanggung beban US$1,2 miliar hingga US$1,5 miliar. Jika smelter tersebut dibangun di Weda Bay, nilai proyeknya diperkirakan akan turun menjadi US$1,8 miliar.

“Jadi, kami mendukung (smelter di Halmahera). Tapi saat ini semua masih dalam tahap awal pembicaraan,” kata Orias dalam kesempatan yang sama.

Ia menyebut kesepakatan antara Freeport dan Tsingshan nampaknya masih akan membutuhkan waktu lebih lama. "Kami mau melangkah cepat, tapi kita juga paham dalam waktu dekat ini dengan tsingshan akan hadapi dua kali tahun baru yang memang akan berdampak pada seberapa cepat keputusan penting diambil," kata Orias.

Freeport hingga kini masih menanti keputusan final dari pemerintah, sambil terus melakukan pembicaraan dengan Tsingshan. Meskipun demikian, Tony Wenas mengatakan perusahaan nantinya akan memilih opsi yang paling ekonomis. “Kami tentu lebih prefer ke Halmahera,” ujar Tony. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT