09 December 2020, 13:16 WIB

Pengungsi Merapi Boyolali Tetap Gunakan Hak Pilih


Widjajadi | Nusantara

STATUS Siaga Merapi dengan aktivitas vulkanik yang meningkat tidak menyurutkan para pengungsi untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Boyolali, Rabu (9/12).

Ratusan pemilih warga yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi ini, terutama warga dukuh Stabelan dan Takeran, Desa Tlogolele yang berjarak 3 km dari puncak gunung api paling aktif di Indonesia ini, mencoblos di TPS yang dipindahkan di pengungsian Desa Tlogolele.

Pemindahan atau relokasi TPS ini atas rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali, yang kemudian menginstruksikan PPS Tlogolele untuk merealisasikan TPS relokasi.

"Ada dua TPS wilayah KRB III yang direlokasi di Desa Tlogolele. Yakni TPS 5 dan 6, yang semula untuk berlokasi di Dukuh Takeran dan Stabelan, digeser ke kawasan pengungsian di Desa Tlogolele," tukas Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Tlogolele, Sunani di sela sela proses pemungutan suara.

Dengan adanya dua TPS relokasi itu, TPS di Tlogolele terbagi menjadi enam. Yang direlokasi itu ada dua TPS yakni TPS 5 dan 6. Empat TPS lainnya yang tersebar di luar KRB III untuk coblosan warga Tlogolele secara keseluruhan.

''Secara total, jumlah DPT di Desa Tlogolele ada 2008 orang. Sedang jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang direlokasi TPS 5 itu ada 360 dan TPS 6 ada 429,'' katanya.

Pelaksanaan pencoblosan di Tlogolele itu berjalan tertib dengan memenuhi protokol kesehatan. Pilkada Boyolali berlangsung antara paslon tunggal melawan kotak kosong. Paslon tunggal itu merupakan jagoan PDIP yang didukung koalisi besar parpol parlemen dan non parlemen kecuali PKS. (X-10)

 

BERITA TERKAIT