08 December 2020, 15:42 WIB

Tiga Penambang Emas Tradisional Tewas Tertimbun Longsor


Surya Sriyanti | Nusantara

PERISTIWA tanah longsor yang mengakibatkan tiga penambang emas tradisional Desa Olung Hanangan, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, kembali terjadi, Senin (7/12). Pada November, di Kabupaten Kotawaringin Barat juga terjadi peristiwa yang sama yakni 10 penambang yang tertimbun longsor.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura, Kariadi, menjelaskan ketika ada laporan peristiwa tanah longsor itu, pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh korban yang dibantu oleh masyarakat setempat. Selang beberapa jam, dua korban, Reji, 23, dan Kapri, 25, berhasil ditemukan di tengah tumpukan tanah.

"Korban bernama Diban, 55, baru ditemukan jasadnya pada dini hari ini pukul 02.30 WIB di kedalaman 4 meter," jelasnya kepada wartawan, Selasa (8/12). Pada pagi ini, semua korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman selanjutnya.

Kejadian itu bermula pada Senin (7/12) pukul 12.00 WIB ketika Reji, Kapri, dan Diban sedang bekerja seperti biasanya. Mereka bekerja dengan memanfaatkan lahan tambang emas milik  masyarakat setempat untuk mengais rezeki.

Namun, tiba-tiba dinding tanah longsor. Seluruh korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Pihak keluarga korban, kata Kariadi, meminta agar tidak dilakukan proses visum dari pihak kepolisian atas tindak lanjut peristiwa tersebut dengan menyadari bahwa kejadian ini merupakan murni kecelakaan kerja.

"Sebenarnya para pekerja di lokasi tambang tersebut cukup banyak, kurang lebih ada 15 hingga 20 orang. Hanya, pada saat peristiwa itu terjadi tiga korban ini yang masih bekerja dan para pekerja lain sedang istirahat di pondok," tukasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT