07 December 2020, 13:52 WIB

14 Guru SMP Negeri Jekulo Kudus Positif Covid-19


Akhmad Safuan | Nusantara

KLASTER guru di SMP Negeri 3 Jekulo, Kabupaten Kudus, bertambah. Sebanyak 14 guru terkonfirmasi positif covid-19 dan satu guru meninggal dunia akibat virus tersebut.

Pemantauan Media Indonesia, Senin (7/12), suasana duka betul-betul menyelimuti SMP Negeri 3 Jekulo, Kabupaten Kudus. Setelah empat guru meninggal akibat covid-19, kini bertambah satu guru lagi meninggal setelah sebelumnya terpapar virus korona. Sehingga, total lima guru di sekolah tersebut meninggal dunia.

Sekolah tersebut pun ditutup total lantaran 14 dari 43 guru yang menjalani tes usap mendapatkan hasil positif covid-19. Keempat belas guru tersebut kini dirawat intensif serta isolasi secara mandiri untuk menjalani proses kesembuhan.

"Sekolah ditutup total untuk strerilisasi dan proses belajar siswa sementara dibimbing guru via daring dari rumah masing-masing," kata Kepala Sekolah Wiwik Purwati.

Baca juga: Empat Guru SMP Negeri 3 Jekulo Wafat Akibat Covid-19

Wiwik menambahkan proses belajar mengajar sejatinya masih melalui daring, namun dalam memberikan pelajaran kepada siswa, guru tetap ke sekolah dan berkumpul dengan lainnya. Sehingga disinilah diduga menjadi sumber penyebaran covid-19.

"Kondisi 14 guru tersebut cukup baik, kini mereka masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri dalam pengawasan puskesmas," kata Kepala Puskesmas Jekulo Emy Ruyanah.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus Andini Aridewi mengatakan dari 14 guru SMP Negeri 3 Jekulo yang kini positif hanya tiga guru yang menjalani perawatan di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

"Sehingga dalam satu pekan lima guru di sekolahan itu meninggal," tambahnya.

Berdasarkan data yang ada, ungkap Andini, kasus covid-19 di Kudus setiap hari terus meningkat. Dari hasil tes swab yang dilakukan hingga saat ini jumlah pasien positif korona yang dirawat berjumlah 114 orang dan 164 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan untuk kasus baru dilakukan pelacakan untuk memutus mata rantai penyebaran.(OL-5)

BERITA TERKAIT