04 December 2020, 11:42 WIB

MuliA Diserang Fitnah Jelang Akhir Kampanye


Agus Utantoro | Nusantara

TIM Pemenangan Paslon Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) mengecam maraknya pemasangan spanduk berisi fitnah terkait Rumah Sakit Sakina Idaman. Rumah sakit milik Sri Muslimatun ini dituduh mencaplok tanah kas desa. Pasangan Sri Muslimatun- Amin Purnama, merupakan paslon Bupati/Wakil Bupati Sleman yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar dan  Partai NasDem.

Ketua Tim Pemenangan, Hasto Karyantoro menilai sebaran spanduk berisi  fitnah dan provokasi merupakan kejahatan pemilu yang terstruktur. 

"Ini jelas sebagai kejahatan pemilu yang terstruktur. Pemasangan spanduk sangat masif dalam dua hari terakhir dan tersebar liar di banyak tempat," ujar anggota DPRD Sleman dari Fraksi PKS itu, Jumat (4/12).

Menurut Hasto, aksi ini jelas merupakan kampanye hitam. Pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Bawaslu dan Kepolisian. 

"Tim hukum kami sudah mengirim surat protes ke Bawaslu dan Polres," ujarnya.

Kasus maraknya spanduk liar turut direspons oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Sleman Sukamto. Bagi Sukamto yang kenal sejak lama dengan Muslimatun, tuduhan ini sangat menyakitkan. Ia tahu Muslimatun mengawali karir sebagai Bidan di RS Sardjito sejak tahun 80-an. Rumah Sakit Sakina miliknya dirintis dari rumah bersalin sejak tahun 1993. Hingga 27 tahun berdiri, RS Sakina banyak membantu warga melahirkan secara gratis, terutama bagi kalangan tak mampu.

"Saya tahu rumah sakit itu dirintis bu Mus bersama suaminya, pak Damanhuri dari nol. Dari masih klinik kecil-kecilan sejak tahun 1993. Hingga saat ini sudah ribuan warga yang melahirkan secara gratis. Malah baru sekarang muncul fitnah dan provokasi. Ini sangat menyakitkan," jelas anggota koalisi dari Paslon MuliA itu.

Menurut Sukamto, aksi ini sengaja dilakukan menjalang pencoblosan untuk membangun opini negatif.

"Karena tak mampu mengusung politik gagasan, mereka menebar hoax dan provokasi untuk menjatuhkan kami. Parahnya mereka menyerang rumah sakit sebagai simbol kemanusiaan," jelasnya.

Ketua DPD Partai NasDem Sleman, menambahkan aksi ini dilakukan oleh salah satu kontestan yang didukung kekuatan besar. Indikasi ini terlihat dari maraknya pemasangan spanduk menjelang hari pemilihan. 

"Kami tahu lawan kami adalah kekuatan besar yang tak ingin kekuasaannya runtuh. Mereka tak mampu bersaing secara fair," tegas nggota DPRD Sleman itu.

baca juga: Bawaslu Cianjur Temukan Tiga Pelanggaran Prokes 

Kini tim pemenangan MuliA berharap Bawaslu dan Kepolisian bertindak cepat, setidaknya dengan mencopot seluruh spanduk tersebut sebelum mengusut siapa pelakunya. Surana juga menghimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu provokasi. 

"Masyarakat sudah sadar dan cerdas dalam berdemokrasi. Semua tahu siapa kandidat yang di-backup kekuatan besar dan menghalalkan segala cara untuk berkuasa," tegasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT