04 December 2020, 05:00 WIB

Teguh Setyabudi Segera Akhiri Jabatan Pjs Gubernur Kaltara


mediaindonesia.com | Nusantara

TEGUH Setyabudi segera mengakhiri masa tugas sebagai Penjabat Sementara Gubernur (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada 5 Desember 2020. Ia diangkat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi Pjs Gubernur Kaltara pada 25 September 2020 atau dengan masa jabatan selama 71 hari.

Teguh Setyabudi menceritakan banyak kisah awal ia dipercaya memimpin Kaltara sementara waktu. Pertama kali terbersit di pikiran Teguh, ia akan bertugas di salah satu provinsi perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pria kelahiran Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 8 Maret 1967, itu relatif mengikuti perkembangan di provinsi 34 di Tanah Air karena pengalamannya pada akhir 2013 menjabat sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri.

"Saya mengikuti perkembangan Kaltara yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012. Artinya baru 8 tahun, sedikit dan sebagai provinsi termuda dari 34 provinsi Indonesia," katanya, di Tanjung Selor, pada Kamis (3/12).

Masa jabatannya berakhir karena kepala daerah definitif, Gubernur dan Wakil Gubernur Irianto Lambrie-Udin Hianggio akan berkantor lagi pascacuti melaksanakan kampanye pilkada berakhir.

Teguh mengaku sebelumnya sudah beberapa kali ke Kaltara, sehingga Kaltara relatif tidak asing baginya.

"Saya sebelum menjadi Kepala BPSDM Kemendagri, saya Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus. Artinya saya relatif sudah memahami tentang pemekaran-pemekaran DOB. Termasuk Kaltara mulai dari Tana Tidung dan bagaimana proses pemekaran Kaltim yang kemudian ada provinsi Kaltara," sebutnya.

Sejak awal diamanahkan sebagai Pjs Gubernur, Teguh mengaku sejak itu juga berkomitmen akan berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan tugas barunya.

Lulusan terbaik Fisipol Universitas Gajah Mada 1991 itu menaruh apresiasi besar pada Kaltara sebagai provinsi yang termuda di Indonesia. Utamanya indikator makro ekonomi Kaltara yang terus menunjukkan perkembangan luar biasa.

Ia memahami, sebagai provinsi termuda ada tantangan utamanya. Teguh menyebutkan, tantangan utama Kaltara adalah masih perlunya pembangunan infrastruktur yang merata sampai kawasan-kawasan perbatasan untuk membuka isolasi daerah-daerah terluar.

Ia menilai potensi alam Kaltara yang luar biasa. "Setelah saya dalami lagi ternyata Kaltara juga disebut sebagai miniatur Indonesia. Di sini banyak sukunya, agamanya. Kemudian juga (berada di) antara lautan dan daratan. Di sini plural, majemuk dan itu juga saya menemukan ada persatuan dan kesatuan masyarakat di Kaltara," ujarnya.

Keanekaragaman budaya di lima kabupaten/kota di Kaltara, yaitu Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung sangat diapresiasi anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan H Kardoyo (almarhum) dan Hj Sulastri itu. "Ini semua modal besar untuk Kaltara makin maju ke depan," ujarnya.

Mengemban amanah sebagai Pjs Gubernur, Teguh Setyabudi berkomitmen menjalankannya dengan baik dan bertanggungjawab. Selama hampir 71 hari bertugas, Teguh membangun komunikasi dengan Forkopimda, para tokoh, dan media massa.

Teguh membeberkan kunci suksesnya. "Saya orangnya apa adanya. Saya tidak mencoba untuk berbuat yang gimana. Sebagai Pjs Gubernur, keseharian saya begini. Waktu menjabat Pj Gubernur di Sultra juga begini. Apa adanya," ujarnya.

Merangkul semua pihak

Ia berupaya merangkul semua pihak. Demikian juga unsur Forkompinda. "Saya menghargai semua baik Kapolda, Danrem Kabinda, Kajati, Sekda, para tokoh dan lainnya. Karena saya merasa pemerintahan tidak akan sukses tanpa bantuan dari semua lapisan," ujarnya.

Ia berupaya mensukseskan pilkada serentak yang pada bersamaan melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di Kaltara, yang memang ditugaskan secara khusus oleh Mendagri Tito Karnavian kepadanya.

Teguh pun memberi penilaian kerja tim organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara.

"Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD secara kapasitas relatif sudah bagus. Dari sinergi pastinya peran pemimpin juga akan sangat besar. Kalau sinergi ini lebih dikedepankan lagi saya yakin akan lebih banyak hal yang bisa diraih oleh Kaltara walaupun saat ini juga banyak juga yang sudah diraih," tuturnya.

Ia pun mengungkapkan keberhasilan yang sudah diraih, harus disikapi wajar. Dan, berpesan kepada segenap jajaran Pemprov untuk tidak mudah berpuas diri. Sebab daerah dan penduduk akan terus berkembang. Hal itu akan seiring sejalan dengan tuntutan pembangunan yang kompleks dan makin berkualitas.

Sebagai Pjs Gubernur Kaltara, ia mengaku banyak suka cita yang dialami. Namun, ia berprinsip tugas yang diberikan negara sebagai abdi masyarakat mesti dicintai dan disyukuri.

"Syukuri itu. Enggak mungkin kita bisa melaksanakan tugas kalau tidak kita mencintai. Syukuri, cintai, jalani. Saya sebagai Pjs Gubernur Kaltara dari awal sudah ikhlas, Insya Allah selama 71 hari saya wakafkan untuk Kaltara," sebutnya.

Dengan prinsip-prinsip itu, Teguh merasa lebih banyak merasakan suka cita selama di Kaltara.

"Teman-teman perangkat daerah juga oke. Teman-teman pers juga bagus. Saya sangat ter-support. Demikian juga saya menikmati alam di sini. Kadang jogging di pinggir Sungai Kayan, bersepeda," ujarnya.

Ia pun memuji kuliner di Kaltara. "Kopi di sini juga banyak. Saya enggak nyangka banyak kedai kopi. Kepiting dan udangnya segar-segar juga," tambahnya.

Pengalaman baru yang paling mengesankan adalah dalam menjalankan tugas ia banyak menggunakan speedboat untuk berkeliling ke daerah, seperti ke Tarakan, Nunukan, dan Sebatik.

"Di Kaltara banyak sungai dan laut. Hal baru bagi saya adalah naik speedboat. Di sini itu ibaratnya kayak naik mobil dinas," tambahnya.

Teguh Setyabudi juga sudah mencapai Kecamatan Krayan, salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia. 

Aktivitas kesehariannya baik saat bekerja maupun saat bersantai kerap diunggah di media sosial Instagram dan Facebook.

Hal itu dilakukan karena ia ingin setiap momen yang dibagikan ke media sosial menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berbuat baik bagi Kaltara, utamanya dalam hal pembangunan.

"Misalnya saya memancing ikan di perairan Tarakan, supaya orang melihat bahwa spot mancing di Kaltara tidak kalah bagus. Ikannya besar-besar. Banyak teman saya yang melirik. Mudah-mudahan ada investor baru di sektor perikanan kelautan.

"Demikian juga ketika saya bersepeda dan berfoto di tempat tertentu. Saya menyampaikan pesan ke pengguna media sosial bahwa Kaltara itu tidak kalah cantiknya untuk dikunjungi," sebutnya.

Dukung KPU dan Bawaslu

Sebagai Pjs Gubernur, ia menyadari tugas terbesar yang diberi Mendagri kepadanya adalah mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara sukses menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur, maupun pilkada Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.

Komunikasi dengan seluruh Forkopimda, para tokoh, dan media massa juga telah terjalin dengan baik demi mewujudkan pilkada yang berintegritas dan aman Covid-19.

"Berdasarkan laporan dari TNI dan Polri sampai saat ini situasi Kaltara aman dan kondusif. Kita harapkan situasi ini terjaga sampai 9 Desember, dan sampai selesainya seluruh rangkaian tahapan pilkada," tuturnya.

Ia juga optimistis masyarakat Kaltara relatif sudah dewasa menyikapi perbedaan pandangan politik. Dan hal itu adalah modal terbesar untuk menciptakan pilkada yang demokratis dan sehat.

"Persatuan tetap terjaga itu harapan kita. Dan saya optimis itu. Kepada masyarakat  jangan takut ke TPS (tempat pemungutan suara) pada Rabu 9 Desember nanti. Penyelenggara telah mempersiapkan skema penerapan protokol kesehatan. Kita targetkan partisipasi pemilih di Kaltara bisa mencapai 80%," tuturnya.

Teguh mengaku hatinya telah tertambat di Kaltara. Untuk itu, ia berjanji akan tetap kembali di Kaltara dan menjadi bagian masyarakat provinsi termuda di Indonesia.

"Jika dibutuhkan, saya akan selalu siap membantu Kaltara. Kaltara sudah menjadi bagian dari sejarah hidup saya. Dan saya pun menjadi bagian sejarah dari Kaltara meskipun hanya sebagian pejabat sementara," tutur Teguh. (*/S1-25)

BERITA TERKAIT