03 December 2020, 13:32 WIB

Masalah Perizinan Disoroti Saat Debat Terakhir Pilkada Kalteng


Surya Sriyanti | Nusantara

DEBAT terakhir Pilgub Kalimantan Tengah yang berlangsung, Rabu (2/12) malam, paslon nomor 01 Ben Brahim S Bahat-Ujang Iskandar menegaskan bahwa pelayanan publik menjadi hal prioritas jika mereka terpilih. Debat terakhir Pilgub Kalteng ini mengangkat tema Reformasi Birokrasi, Penegakan Hukum dan Kualitas Pelayanan Publik.

"Kita lihat dan alami sendiri, sistem dan proses penyelenggaraan pelayanan publik berbelit-belit dan rumit. Pengawasan internal dan eksternal juga tidak berjalan secara maksimal," ujar Ujang dalam debat terakhir yang disiarkan di televisi nasional.

Untuk menyelesaikan permasalahan pelayanan publik yang berbelit-belit, Ben-Ujah hadir untuk memerikan solusi supaya mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayaann pelayanan publik dengan baik. 

"Untuk membenahi layanan publik, Ben-Ujang memprogramkan one stop public services dan mall pelayanan publik sehingga layanan masyarakat bisa diakses dengan mudah dan informasi pemerintahan terakses serta terawasi secara transparan," ujar Ujang.

Sementara, Ben Bahat mengatakan agar terwujud pelayanan publik bisa berjalan dengan baik. Pola komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat juga harus dibangun dengan baik.

"Kalau masyarakat ingin ketemu, menyampaikan aspirasinya mengenai pelayanan apa yang kurang dari pemerintah, kita harus mau mendengarkan. Jangan tutup kuping apalagi mata. Kita harus mau melihat dan merasakan. Itu adalah bagian komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat supaya pelayanan publik bisa meningkat," ujar Ben Bahat.

baca juga: Ahmad M Ali : Rusdy Marstura Telah Terbukti Peduli Masyarakat

Sementara itu menurut Calon Wakil Gubernur Kalteng nomor Urut 2, Edy Pratowo hadir sendirian dalam debat terakhir. Pasangannya calon Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran sedang menjalani isolasi mandiri covid-19. Edy mengatakan pasti pertimbangan untuk mengeluarkan satu proses perizinan itu memerlukan pemikiran yang matang.

"Ya artinya sudah melalui mekanisme dari pertimbangan teknis dan bagaimana kita bisa memberikan perizinan ini untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat. Investasi boleh, tetapi kita juga ingin bahwa investasi ini memberikan kesejahteraan bagi  masyarakat. Tapi yakin saja, kita akan lakukan yang terbaik buat masyarakat Kalteng," ┬Łujarnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT