02 December 2020, 14:05 WIB

Banjir di Cilacap. 5 Desa Terdampak


Liliek Dharmawan | Nusantara

Hujan deras yang melanda Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah
mengakibatkan banjir di lima desa. Ada ribuan jiwa yang terdampak bencana yang terjadi sejak Selasa (1/12) malam tersebut.

Pada Selasa (2/12), banjir mulai surut, tetapi warga tetap diminta
waspada karena curah hujan diperkirakan masih tetap tinggi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Cilacap Tri Komara Sidhy mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi di
Kecamatan Majenang akibat luapan dan tanggul bobol di lima titik di
Sungai Cilopadang dan Cilumuh. "Ada lima desa yang terdampak yakni
Benda, Padangsari, Sindangsari, Padangjaya dan Mulyasari. Ada ribuan
jiwa yang terdampak banjir."

Di Desa Cilopadang, ada 387 rumah terendam dan 359 keluarga yang
terdampak dengan ketinggian banjir hingga 80 cm. Sementara di Desa
Padangsari banjir setinggi 50 cm dan warga tetap bertahan di rumah.
 
Sementara di Desa Sindangsari, ada 91 rumah terendam dengan ketinggian
hingga 1,5 meter. Sebanyak 93 keluarga terdampak, 50 keluarga di antaranya mengungsi.

Desa lain yang dilanda banjir adalah Padangjaya. Ada 130 rumah yang terendam dengan kedalaman 20-70 cm, yang menyebabkan 130 keluarga terdampak. Sementara di Desa Mulyasari, ada 383 rumah terendam dengan kedalaman hingga 1,5 meter dengan 383 keluarga atau 1.168 jiwa terdampak. Pengungsi sebanyak 60 jiwa bertahan di sebuah sekolah.

Sementara pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Semarang, pada dasarian (10 hari) pertama curah hujan berkisar 51-150 milimeter (mm) di sebagian daerah dan sebagian wilayah lainnya antara 151-300 mm.

"ami mengimbau kepada warga di wilayah-wilayah yang rawan bencana untuk terus waspada, sebab curah hujan diperkirakan masih tinggi," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT