02 December 2020, 14:00 WIB

Konsumsi Meningkat, DIY Alami Inflasi


Agus Utantoro | Nusantara

SELAMA November, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,18%. Dengan catatan tersebut, laju inflasi secara akumulatif pada 2020 hingga November sebesar 0,92% (year to date) atau 1,35% (year on year).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman
Tisnawan, menjelaskan capaian inflasi ini masih lebih rendah
ketimbang inflasi nasional yakni 1,59% (yoy). "Dengan sisa waktu yang tinggal satu bulan diperkirakan realisasi inflasi DIY maupun nasional akan berada di bawah sasaran yang ditetapkan."

Inflasi yang terjadi di DIY, lanjutnya, menunjukkan permintaan konsumsi
di tingkat masyarakat yang perlahan mulai meningkat. Inflasi yang
terjadi pada November terutama disebabkan oleh inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok inti. Sementara kelompok harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi.

Dari sisi pangan, terjadinya inflasi kelompok ini pada November mengakhiri deflasi yang terjadi dalam empat bulan terakhir.
Inflasi pangan utamanya didorong oleh komoditas daging ayam ras dan
telur ayam ras.

"Upaya Kementerian Pertanian menerbitkan tiga surat edaran dalam dua bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Jumlah pasokan ayam berhasil dipangkas hingga 40%, sehingga bisa mengatrol harga daging ayam yang sebelumnya terus anjlok dalam empat bulan terakhir," ujarnya.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis harga daging ayam saat ini berada pada level Rp33.800 per kilogram. Harga tersebut di atas harga pokok produksi.

Hilman menambahkan pasokan telur ayam ras mulai terkendali sebagai dampak dari pemangkasan pasokan daging ayam ras dan pencegahan telur infertil masuk ke pasar. Kondisi itu menyebabkan harga telur ayam kembali meningkat, setelah tiga bulan berturut-turut mengalami deflasi.

Dari sisi inflasi kelompok inti cenderung stabil. "Dalam dua bulan terakhir progres pembuatan vaksin Covid-19 menunjukkan hasil yang positif, sehingga optimisme masyarakat terhadap pemulihan ekonomi ke depan terus meningkat."

Melihat perkembangan inflasi terkini, Bank Indonesia memperkirakan
inflasi DIY pada Desember 2020 akan kembali meningkat. Secara siklus,
momen akhir tahun akan mendorong pariwisata DIY, sehingga berpotensi
meningkatkan konsumsi dan inflasi. (N-2)

BERITA TERKAIT