02 December 2020, 11:19 WIB

Bencana Hidrometeorologi masih jadi Ancaman di Cianjur


Benny Bastiandy | Nusantara

BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersamaan masih tingginya curah hujan. Utamanya di wilayah selatan yang notabene secara karakteristik daerahnya terdapat tebing dan perbukitan dengan kontur tanah labil.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan tak memungkiri akhir-akhir ini intensitas bencana relatif cukup banyak terjadi di wilayah selatan. Jenis bencananya mayoritas tanah longsor dan banjir.

"Kurun sebulan terakhir memang relatif cukup banyak bencana di selatan," kata Irfan kepada mediaindonesia.com, Rabu (2/12).

Teranyar kejadian tanah longsor di Kampung Ciuja RT 04/09, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, Selasa (1/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Material tanah longsor menutup badan jalan sehingga akses utama Cianjur-Bandung.

"Pada Selasa, di wilayah selatan hujan berlangsung cukup lama, sekitar 3 jam sejak pukul 11.30 WIB," jelas Irfan.

Irfan menuturkan, dimensi ketebalan tanah bercampur lumpur sekitar 70 sentimeter. Penanganan pembersihan material tanah dan lumpur menggunakan satu alat berat.

"Sejak kemarin (Selasa) sore sudah bisa dilalui kendaraan," tandasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan terdapat 8 unit alat berat yang disiagakan untuk membantu sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor. Kedelapan alat berat itu terdiri dari 5 unit eksavator PC 45, 2 unit eksavator PC 200, dan 1 unit loader.

"Kita siagakan alat berat. Tapi sewaktu-waktu dibutuhkan, kita siapkan alat beratnya kalau terjadi bencana," kata Eri.

baca juga: Pemkot Tebing Tinggi Mulai Perbaiki Tanggul Sungai Padang

Semua alat berat kondisinya bagus. Saat ini ada yang disimpan di workshop dan ada juga yang disiagakan di UPTD Dinas PUPR di beberapa kecamatan di wilayah selatan.

"Ini sebagai upaya antisipasi," tuturnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT