02 December 2020, 11:03 WIB

Daud Suroto Penggerak Sentra Susu DIY


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

DAUD Suroto, 54 dikenal sebagai sosok yang berjasa mengembangkan sentra-sentra susu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia sudah mengembangkan sentra susu sapi Glagaharjo sejak 1993. Dokter hewan ini adalah tokoh inspiratif bagi peternak lainnya di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Daud dianggap berhasil menjadikan Glagaharjo sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa tersebut menjadi cikal bakal bagi lebih dari 500 peternak sapi menghasilkan 8.400 liter susu sapi per hari yang dipasok ke beberapa perusahaan industri susu besar di Indonesia, di antaranya adalah Nestle, Ultra Jaya, dan Sari Husada.

"Sebelumnya para peternak sapi hanya menggantungkan penghasilannya dari penjualan sapi potong. Padahal penjualan tersebut sifatnya musiman, seperti pada hari raya kurban atau Idul Adha. Untuk itu saya ajak untuk beralih menjadi peternak susu sapi," ungkap Daud dalam  keterangan tertulis.

Ia mengajak kawan-kawan peternak di daerahnya untuk membentuk Koperasi Peternak Sarono Makmur sebagai wadah bagi para peternak lokal untuk menghasilkan susu sapi perah secara berkelompok.

"Berawal dari hanya 5 peternak sebagai anggota koperasi, saat ini sudah berkembang sangat signifikan menjadi 500 peternak yang tidak hanya berada di desa Glagaharjo tapi sudah menyebar ke beberapa desa di wilayah di DIY bahkan hingga Jawa Tengah," terang Daud.

Di antaranya di desa Kepuharjo, Kabupaten Bantul, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, Desa Balerante, Klaten, dan beberapa desa kecamatan di Magelang dan Boyolali.

Perjalanan panjang Daud bersama kawan peternak lainnya sempat terhalang bencana alam erupsi Merapi pada tahun 2010. Usahanya bersama teman-temannya jadi terpuruk karena terdampak abu Gunung Merapi.

"Penghasilan kami menurun drastis, total kerugiannya mencapai Rp22 miliar. Fasilitas peternakan seperti kandang dan alat-alat tidak bisa difungsikan lagi sehingga harus diperbaiki atau beli baru. Syukur Alhamdulillah pada saat itu kami sudah menjadi mitra binaan Program Kemitraan Pertamina sejak tahun 2007 sehingga kami mendapat perhatian dan sangat terbantu sekali 
untuk bangkit hingga seperti saat ini," ujarnya.

Berkat semangat perjuangan bersama peternak lainnya yang bangkit dari keterpurukan bencana alam saat itu, Daud didapuk menjadi juara 1 Local Hero Award 2020 yang diselenggarakan oleh Pertamina. 

Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan itu merupakan ajang apresiasi kepada tokoh inspiratif yang menjadi penggerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Khususnya pada program Tanggung Jawab Sosial dan  Lingkungan(TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang 
dijalankan Pertamina.

"Ada 5 kategori Local Hero Award, di antaranya kagetori pendidikan, lingkungan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kategori program kemitraan UMKM yang dimenangi oleh Daud," imbuh Arya.

baca juga: Maumere Jadi Pusat Tol Laut Ternak dan Barang di Pulau Flores

Dia menjelaskan penyelenggaran Local Hero Award telah dilaksanakan Pertamina dari tahun ke tahun dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pertamina.

"Melalui ajang ini kami ingin membagikan kisah pahlawan lokal yang kami temui di tengah masyarakat wilayah operasi kami kepada masyarakat luas. Agar semakin banyak yang terinspirasi dan tergerak untuk mengikuti jejaknya," tutup Arya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT