01 December 2020, 23:42 WIB

Kota Semarang Butuh Penambahan Ruang Perawatan Pasien Covid-19


Akhmad Safuan | Nusantara

JUMLAH pasien positif covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah terus meningkat dan hampir mencapai 800 orang, Hal ini membuat ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 yang ada di 18 rumah sakit dan dua tempat perawatan (rumah dinas Wali Kota Semarang Kantor Diklat) hampir penuh.

"Berdasarkan data yang ada, ruang isolasi dan perawatan di 18 rumah sakit tersefia 840 ruangan yakni 750 ruangan non-ICU dan 90 ruangan ICU. Jumlah itu termasuk ruangan untuk perawatan pasien suspek yang mencapai 206 orang," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.
 
Di lokasi karantina yang disediakan Pemkot Kota Semarang, ungkap Abdul Hakam, ruang isolasi di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang saat ini terisi 95 persen sekitar 80-90 orang per hari dan kantor Diklat Kota Semarang yang berisi 47 orang.

"Sambil memikirkan ruang mana lagi bisa dimanfaatkan, kami sedang berupaya memaksimalkan kantor Diklat Kota Semarang. Saat ini tersedia 77 tempat akan kami tingkatkan menjadi tidur menjadi 90 tempat tidur," ujar Hakam.

Lebih jauh, Abdul Hakam mengatakan pihaknya akan berusaha untuk mempercepat penyembuhan pasien untuk mengurangi kebutuhan ruangan, "Saat ini tingkat kesembuhan 70 persen," katanya.

Selain meningkatkan jumlah pasien sembuh, lanjut Abdul Hakam, pihaknya juga meminta rumah sakit yang ada untuk menambah ruang perawatan dan isolasi. Hal itu dibutuhkan untuk mengantisipasi jumlah kenaikan jumlah pasien seiring gencarnya tes swab secara massal dan tracing kasus. (R-1)

 

 

BERITA TERKAIT