01 December 2020, 21:50 WIB

Imbas Erupsi Semeru Sampai Jember dan Probolinggo


Usman Afandi | Nusantara

ERUPSI Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur saat ini diperkirakan sudah sampai di Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Freddy Dwi Kurniawan, Selasa (1/12).

Freddy menjelaskan, menurut pantauan yang diambil dari Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), saat ini sudah sampai di kawasan Probolinggo dan Jember.

"Prakiraan dari mereka, sampai di Jember, Probolinggo. Di wilayah Banyuwangi sendiri menurut prakiraan ini belum, tapi data dari VAAC akan berubah setiap 3 jam sekali" kata Freddy, Selasa sore (1/12).

Lanjut Freddy menambahkan, sebaran abu vulkanik bisa sampai Kabupaten Jember karena arah angin yang mengarah ke timur dengan kecepatan sekitar 16 knot. Kecepatan angin tersebut berada di atas ketinggian 20.000 kaki, atau setara 6-7 kilometer.

"Kecepatan angin 16 knot ketinggian 20.000 kaki, setara 6-7 kilometer," jelas dia.

Dikatakan Freddy, saat ini kondisi sebaran abu vulkanik juga memungkinkan sampai ke Banyuwangi, hal itu dilihat dari arah angin. Namum, pihaknya belum bisa memastikan dari pantauan citra satelit karena tertutup oleh awan tebal.

"Pantauan dari satelit cuaca tertutup awan, jadi belum bisa dipastikan. Tapi kalau dari arah angin memang memungkinkan bisa sampai Banyuwangi," ujarnya.

Saat ini pihaknya akan terus memantau secara berkala perkembangan arah angin dan kemungkinan sebaran abu vulkanik hingga ke wilayah Banyuwangi. "Ini perkiraan sejak 14.30 WIB. Akan dilakukan update secara berkala," katanya.

Sementara, salah satu warga Banyuwangi, Irham Kusuma mengaku merasakan sebaran abu vulkanik yang menempel di sepeda motornys saat di parkir di luar ruangan.

"Saya tadi habis ngopi di kawasan kecamatan Glagah. Sepeda saya parkir, mau pulang, tapi banyak debu," ujar Irham.

Gunung Semeru yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lumajang dikabarkan kembali memuntahkan abu vulkanik pada Selasa (1/12/2020) pukul 01.23 WIB dengan muntahan awan panas hingga 11 kilometer dari kawah. Warga sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa setinggi 3676 Mdpl itu mengungsi. (OL-13)

Baca Juga: Ratusan Warga Minta Mahfud MD Pulang ke Madura

 

BERITA TERKAIT