01 December 2020, 16:30 WIB

Protokol New Normal Diabaikan Banjar Masuk Zona Merah Covid


Adi Kristiadi | Nusantara

PENYEBARAN virus korona  atau Covid-19 di Kota Banjar, Jawa Barat, makin mencemaskan. Munculnya klaster keluarga di sana menyebabkan status Banjar  menjadi zona merah atau risiko tinggi covid-19.

Hasil evaluasi risiko kesehatan masyarakat kabupaten/kota di Jawa Barat Senin (30/11), sejumlah daerah berubah statusnya menjadi zona merah (risiko tinggi). Yakni Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Banjar.

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana menyebutkan, dengan adanya beberapa klaster penyebaran covid di Kota Banjar, seperti klaster keluarga dan pendidikan/pesantren status Banjar dari zona kuning (risiko rendah) menjadi zona merah.
 
"Peningkatan tersebut disebabkan melonggarnya kontrol terhadap migrasi orang dari luar daerah, salah satu contohnya itu jika pada masa awal pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat selalu aktif melaporkan kepada petugas tapi sekarang kesadaran melapor itu cenderung menurun," kata Nana, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, jelas Nana, kegiatan perekonomian mulai kembali normal terutamanya pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Banyaknya warga yang tidak taat protokol kesehatan maka potensi penyebaran virus korona sekarang ini semakin besar. Dia mengimbau agar warga jangan bosan dan tetap disiplin saat beraktivitas di luar dan kalau tidak ada keperluan penting sebaiknya di rumah saja.

"Kita akan melakukan pengetatan pengawasan protokol kesehatan di lapangan. Masa AKB atau new normal kita perpanjang selama 14 hari. Dengan status zona merah ini, kita akan koordinasi lagi untuk menentukan kebijakan dan intinya agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: KPK Geledah Kantor PT ACK, Sita Dokumen Ekspor Benur

BERITA TERKAIT