30 November 2020, 20:15 WIB

Pembangunan Pelabuhan Labuan Bajo Utamakan Kelestarian Lingkungan


Mediaindonesia.com | Nusantara

PERCEPATAN pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo  berbasis kolaborasi, technology leadership, dan kelestarian lingkungan dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Selain bangunan fisik akselerasi itu juga mencakup pengembangan teknologi.

Dalam arahannya Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Terminal Multipurpose Labuan Bajo akan menjadi salah satu poin penting dalam mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) bersama dengan Mandalika, Danau Toba, Likupang, dan Borobudur. Pengembangan Kawasan Labuan Bajo juga dipersiapkan sebagai tuan rumah G20 dan ASEAN Summit.

Baca juga: Wabah Covid-19 Ilhami Pariwisata Super Premium di Labuan Bajo

“Penggunaan integrated e-gate sytem pada Terminal Multipurposes Labuan Bajo akan membantu meminimalkan uang tunai dengan menggunakan cash dan transaction management. Dengan begitu diharapkan tidak ada pungli dan memperbaiki SLA pelayanan di ekosistem Terminal Multipurpose Labuan Bajo,” kata Kartika Wirjoatmodjo pada acara penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) tentang kerja sama penyediaan layanan jasa perbankan dan pengembangan Terminal Multipurpose Labuan Bajo antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri di Jakarta, Senin (30/11).

“MoC juga menunjukkan prioritas  yang dibuat oleh Kementerian BUMN yaitu technology leadership diimplementasikan,” ujar Kartika.
 
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Pelindo III  U Saefudin Noer mengatakan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya mendukung strategi pemulihan ekonomi nasional pascapandemi covid-19 yang dicanangkan pemerintah melalui pengembangan pada lokasi strategis pariwisata. Salah satunya yaitu Labuan Bajo, yang ditetapkan sebagai destinasi wisata super premium.

“Pembangunan Terminal Labuhan Bajo yang diinisiasi oleh Presiden RI (Joko Widodo) pada Januari 2020. Pembangunan fisik terminal multipurpose sendiri dimulai sejak awal Agustus 2020 setelah kunjungan dan rapat kerja bersama tim Kemenko Maritim dan Investasi  dan dukungan Gubernur NTT,” katanya.

“Terminal Multipurpose Labuan Bajo memiliki konsep desain infrastruktur yang bernafaskan kearifan lokal untuk mengenalkan budaya masyarakat setempat dan didukung oleh kehadiran IT,” ujarnya.

Menurut Saefudin, langkah kolaborasi dengan Himbara diharapkan pengembangan integrated e-gate system pada Terminal Multipurpose Labuan Bajo dapat meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa yang ingin memasuki pelabuhan. Sehingga pengguna jasa dapat melakukan transaksi di pelabuhan dengan praktis, nyaman, dan aman.

“Dengan adanya integrated e-gate system diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat layanan transaksi pembayaran dan membuat efesiensi dan efektifitas di pelabuhan. Selain itu, di tengah pandemi tranformasi layanan ini sebagai salah satu upaya mengurangi penyebaran virus covid-19,” ungkapnya.

“Pelindo III memiliki teknologi jasa pelabuhan yang handal dan terbukti sangat sesuai dengan tatanan normal baru, di mana kami telah menerapkan di seluruh pelabuhan kami, tak terkecuali di sini. Kami selalu berupaya mencapai technology leadership dalam setiap proyek yang kami kambangkan sesuai prioritas yang digariskan Kementerian BUMN," kata Saefudin lagi.

I juga mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah memberi  kepercayaan kepada  Pelindo III untuk membangun Terninal Greeport Labuan Bajo. “Pak Menhub selalu memberi atensi bahkan mengunjungi langsung proses pembangunannya, ini memberi semangat kepada kami dalam mewujudkan proyek ini."

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Sunarso mengatakan, kolaborasi dengan Bank Himbara dalam hal integrated e-gate system agar semua transaksi dapat dilakukan secara cashless sehingga lebih cepat dan transparan.

“Apa  yang ditandatangani itu akan kita buat secara elektronik  yang kita sebut integrated E-Gate Sytem,”Jelas Sunarso.

Proses penandatangan dilakukan oleh Direktur Keungan Pelindo III, Endot Endrardono, bersama dengan Direktur Manajemen Resiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN Bank BRI, Agus Noorsanto, dan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI, Sis Apik Wijayanto. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT