30 November 2020, 06:32 WIB

Kemenparekraf Sasar Empat Kota Untuk Sosialisasi CHSE


Arnoldus Dhae | Nusantara

UNTUK mempercepat kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan sosialisasi dan promosi pelaksanaan panduan tatanan kehidupan di era baru dalam Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) dan Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan hidup) atau CHSE di empat kota. Yaitu Bali, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf RI, Rizki Handayani Mustafa menjelaskan saatnya pariwisata Indonesia harus bangkit dalam bentuk acara (event) baik kecil maupun besar.

"Karena kita sudah memasui tatanan kehidupan baru, maka berbagai event tersebut menjelaskan, saatnya pariwisata Indonesia harus bangkit terutama dalam bentuk event-event baik kecil maupun besar. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jadi intinya adalah event itu tetap dalam prokes ketat menuju CHSE. Prokes jalan, ekonomi bangkit, masyarakat tetap sehat, lingkungan tetap terlestari," ujarnya, Senin (30/11).


Menurut Handayani, kali ini sosialisasi pelaksanannya menggandeng Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI). Dalam APMI terdapat banyak public figure seperti para musisi senior, para seniman atau artis, yang bisa mengundang banyak orang untuk datang. 

"Kemenparekraf bersama APMI mempersembahkan CHSE Experience yakni sosialisasi panduan pelaksanaan Kebersihan (Cleanliness), Kesehatan (Health), Keselamatan (Safety) dan Kelestarian Lingkungan (Environmental Sustainability). Intinya kita menggelar sebuah event, mengundang banyak orang, dan di sana ada pentas, ada musik atau lagu, ada musisi. Dan di saat itulah kita memperlihatkan, mempraktekkan bagaimana CHSE itu dilakukan jika menyelenggarakan event," ujarnya. 

Seluruh pengunjung akan dipandu petugas terlatih mulai dari masuk arena event seperti mencuci tangan, cek suhu badan, menggunakan masker dan handsanitizer. Dalam panggung pun juga diperlihatkan bagaimana CHSE itu diterapkan. Misalnya setiap alat musik, mic, pasca digunakan, akan dibersihkan oleh petugas dengan standar prokes.

Rizki Handayani menegaskan, sosialisasi event dalam koridor CHSE ini akan dilakukan secara masif. Tahap pertama sudah digelar di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali baru-baru ini. Acara ini berjalan sukses. Kurang lebih 200 orang hadir di Amphitheater GWK. Beberapa musisi senior tampil.

baca juga: Tulung Selapan Potensi Kawasan Mangrove Unggulan Indonesia 

Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh seperti Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa, Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Wahyu Suyitno, Founder & CEO Rajawali Indonesia dan Prambanan Jazz Festival Anas Syahrul Alimi, praktisi event dan artis Happy Salma. Hadir juga para pelaku seni dan industri kreatif Bali seperti Balawan Batuan Ethnic Fusion, Arya & Friends, DJ Chris, Fire Dance, Tarian Kontemporer dan Egrang. 

Tema utama yang akan diambil CHSE Experience adalah sosialisasi panduan protokol kesehatan dengan target audiens yang terlibat mulai dari promotor, pekerja, pengunjung, pengisi acara, vendor tenant, pengelola venue, asosiasi dan pemerintah daerah.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemahaman stakeholder industri event pariwisata di Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan (event) yang bersih, sehat dan sesuai adaptasi kebiasaan baru," ujar Rizki Handyani Mustafa.

Kemenparekraf sudah menyiapkan Buku Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan versi digital bisa diunduh melalui https://chse.kemenparekraf.go.id/. (OL-3)

BERITA TERKAIT