30 November 2020, 00:40 WIB

Malam Ini Dentuman Keras Lewotolok Semburkan Lava Pijar


Alexander P. Taum | Nusantara

KEPALA Pos pemantau Gunung Berapi, Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, Minggu (29/11) pukul 18.20 wita malam mengatakan, kondisi erupsi di gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Nusa Tenggara Timur masih berlangsung.

Erupsi eksplosif yang terjadi sejak pukul 09.45 wita pagi itu, mulai berubah menjadi aktivitas Strombolian Minggu malam ini. Sementara dentuman, gemuruh mulai di sertai lontaran lava pijar terjadi Minggu malam. Lontaran lava pijar yang terpantau jelas di puncak Ile Lewotolok itu dapat diabadikan dari kota Lewoleba.

"Masih terjadi erupsi. Terdengar suara dentuman dan gemuruh disertai lontaran lava pijar. Gempa tremor menerus pun terus berlangsung," ujar Stanislaus Arkian.

Tipe strombolian, jelas dia, artinya open system. Sistem terbuka. Jadi magma dari dapur magma gunung api sudah tidak terhambat.

Menurut Kasubdit PVMBG wilayah Timur, Devi Kamil Syahbana, aktivitas Strombolian yang terjadi saat ini di gunung Ile Lewotolok, bisa mengindikasikan bahwa sistem sudah terbuka, magma sudah tiba di puncak,sehingga untuk terjadi erupsi eksplosif yang lebih besar dari tadi pagi probabilitasnya relatif kecil, karena magma sudah menemukan pintu
keluarnya.

Kalau kempes terus, erupsi bisa berakhir dalam beberapa hari-minggu ke depan. Lama sebentarnya erupsi ini bergantung dari volume intrusi magmanya.

"Erupsi sekarang adalah kulminasi dari intrusi yg sudah berlangsung setidaknya dari September 2017 lalu saat kita merekam banyak gempa vulkanik (gempa frekuensi tinggi). Tapi gunung api ini sifatnya non-linear," ujar dia.

Ada juga kasus dimana meskipun telah Strombolian, ungkap Devi, tapi tetap ada erupsi eksplosif, yaitu kalau masih ada migrasi magma yang signifikan dan kalau ada kondisi dimana sistem kembali tertutup sementara. Kondisi ini sifatnya dinamis.

Dikatakan, nanti dari seismik, indikasinya itu kalau tremor hilang atau kalau tremor amplitudo sangat rendah sekali tapi ada rentetan gempa vulkanik maka tidak akan lama, biasanya akan erupsi eksplosif lagi.

"Tapi kalaupun misal tidak erupsi eksplosif, skenario lain yang perlu diwaspadai adalah tumpukan lava di kawah, kalau ada penambahan volume lava dan membentuk kubah maka risiko potensi guguran lava/awan panas. Tapi kalau tidak ada penumpukan kubah, bisa juga berupa efusi lava, misal lava mengalir lewat bukaan di tenggara. Potensi yang lain, erupsi memicu longsoran material lapuk yang ada di permukaan kawah bagian tenggara," papar Devi. (OL-13)

Baca Juga: Dapur Umum Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok Disiapkan

BERITA TERKAIT