29 November 2020, 13:10 WIB

Bangkitkan Pariwisata, Bupati Klungkung Beri Dana Hibah


Mediaindonesia.com | Nusantara


PANDEMI covid-19 yang melanda Tanah Air memang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan. Salah sektor yang paling terdampak akibat wabah tersebut yakni pariwisata. Bahkan boleh dibilang pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul.

Tempat-tempat pariwisata sepi, tingkat okupasi penginapan menurun drastis dan para pelaku usaha pun merugi. Akibatnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan menurun.

Baca juga: Bali Terima Dana Hibah Pariwisata Rp1,183 Triliun

Itu sebabnya pemerintah mulai gencar untuk membangkitkan sektor pariwisata, meski dengan persyaratan protokol kesehatan. Hal itu pula yang coba dilakukan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Bersama dengan Sekda Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra, Suwirta menyerahkan stimulus dana hibah kepada sejumlah pelaku pariwisata.

“Stimulus dana hibah adalah upaya Pemkab Klungkung untuk memberikan bantuan  akomodasi pariwisata yang punya izin dan taat pajak. Pajak yang sudah dibayar dikembalikan dan digunakan untuk promosi pariwisata, membayar gaji pegawai, menambah sarana, dan prasaranan sesuai protokol kesehatan,” papar Bupati Suwirta dalam acara Nusa Penida BISA di Objek Wisata Klingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Sabtu (28/11).

Jumlah dana hibah yang diterima Pemkab Klungkung dari Pemprov Bali sebesar Rp9,7 miliar. Dari jumlah tersebut, 70% di antaranya diberikan untuk pelaku industri pariwisata. Sedangkan sisanya untuk pemerintah daerah dalam program pemulihan ekonomi nasional. Saat ini, kata Suwirta sudah ada 90 hotel dan 30 restoran yang menerima dana hibah pariwisata di Klungkung. Besaran dana hibah yang diberikan bervariasi. Hibah paling tinggi diterima restoran di Pulau Nusa Lembongan yakni Rp 909.945.409.

“Pariwisata sedang terpuruk akibat pandemi covid-19 karena travel warning yang dikeluarkan oleh 59 negara agar tidak berkunjung ke Indonesia. Kami pun melakukan usaha untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan stimulus dana hibah dan program Nusa Penida BISA,” tutur Bupati Suwirta

Program Nusa Penida BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), adalah gerakan pelaku pariwisata dalam melaksanakan protokol kesehatan di bidang pariwisata. Dengan demikian Nusa Penida sudah siap menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Program Nusa Penida BISA mengajak pelaku pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika pelaku pariwisata sudah taat protokol kesehatan, para wisatawannya pun tidak akan ragu untuk berkunjung. Oleh karena itu penting untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Siapapun, kapanpun dan di manapun wajib menerapkan 3M,” ujarnya. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT