25 November 2020, 00:55 WIB

Ramai-Ramai Menolak Rizieq


Yoseph Pencawan | Nusantara

RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari ini. Pasalnya, gelombang menentang kedatangannya terjadi di banyak daerah.

Di Medan, Sumatra Utara, misalnya, dalam empat hari terakhir, unjuk rasa menolak kedatangannya terus terjadi. Kemarin, massa mendatangi Kantor Polda Sumatra Utara.

"Kami menolak kedatangan Rizieq Shihab di Kota Medan," tegas koordinator aksi, Hendrawan Siregar.

Hendrawan yang berasal dari Badan Koordinasi Pemuda Muslim Sumatra Utara tidak sendiri. Di dalam barisan massa juga ada anggota Reformasi Masyarakat Nusantara, Barisan Minang Bersatu, serta Aliansi Masyarakat Nahtdieen Antinarkoba.

Massa juga menolak kegiatan yang menghalangi dan merongrong wibawa pemerintah. "Kami menolak setiap gerakan intoleran yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tandas Hendrawan.

Sebelumnya, gelombang demonstrasi sudah terjadi di kota ini. Aksi pertama akhir pekan lalu terjadi di depan Kantor Gubernur. Senin (23/11) perwakilan 13 suku mendatangi Kantor DPRD Sumatra Utara.

"Tidak pernah kita bertengkar karena perbedaan paham, kelompok, apalagi perbedaan agama. Kita di daerah ini selalu damai dan tenteram. Jangan sampai dengan datangnya Rizieq Shihab, masyarakat kita yang beragam bisa bertikai dan terpecah," kata ustaz Zulkarnain, Ketua Aliansi Masyarakat Islam Rahmatan Lilalamin.

 

Jawa Barat

Di Jawa Barat, gelombang penolakan terhadap Rizieq Shihab juga sudah berlangsung di Kota Bandung dan Karawang. Kemarin, giliran warga Indramayu yang bergerak.

Mereka bergerak ke DPRD Indramayu. Massa bergabung dalam Front Pembela Mayarakat Indramayu Bersatu dan Relawan Indramayu Peduli Covid-19.

"Kami menolak kedatangan Rizieq Shihab beserta pendukungnya di Kabupaten Indramayu, khususnya dan umumnya di seluruh wilayah Jawa Barat," kata Imran Rasadi, koordinator aksi.

Ia menuding Rizieq tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang ulama. "Ceramahnya selalu menimbulkan permusuhan, kebencian, memecah belah umat."

Tingkah polah Rizieq juga membuat panas arek Malang yang tergabung dalam Pemuda Pancasila. Lewat ketuanya, Priyo Sudibyo, mereka juga menolak adanya aktivitas pemasangan spanduk dan baliho provokatif.

"Jangan ada warga yang ikut-ikutan memasang spanduk dan baliho provokatif di Malang. Kami, Pemuda Pancasila, siap menjadi garda terdepan untuk menghadapi mereka," tandas Priyo.

Anjar, seorang pemuda asal Bandung, menyimpan ketidaksenangan terhadap sosok Rizieq. "Tiba di Tanah Air dari Arab Saudi, dia telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan bersama kelompoknya. Kami juga tidak percaya dengan revolusi akhlak yang ia gaungkan karena dia sendiri sering berucap kasar dan mencaci-maki orang," ujarnya saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Bandung, Senin (23/11).

Di hari yang sama, 45 ormas di Riau juga mendeklarasikan penolakan terhadap Rizieq. "Kami sudah melihat ceramah-ceramahnya. Agar tidak timbul perpecahan, kami harap dia tidak datang ke sini," kata Ketua Nadhlatul Ulama (NU) Riau Rusli Ahmad.

Sementara di Magelang, Jawa Tengah, penolakan juga datang dari kelompok pemuda Patriot Garuda Nusantara. "Kami mengutuk provokasi, umpatan, cacian, dan hinaan Rizieq terhadap pemerintah, TNI, dan Polri," kata Ketua PGN Magelang Raya Abbet Nugroho. (BY/UL/BN/RK/TS/N-2)

BERITA TERKAIT