24 November 2020, 19:14 WIB

15 Sekolah Menengah Atas di Garut Diizinkan Gelar KBM Tatap Muka


Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat memberi izin 15 sekolah SMA/SMK untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Izin diberikan sesuai hasil verifikasi kesiapan sarana dan prasarana sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono mengatakan, ke-15 sekolah itu telah diizinkan menggelar tatap muka setelah melewati verifikasi gugus tugas Covid-19. 9 SMA dan 6 SMK yang diberikan izin tersebut akan menggelar KBM tatap muka secara terbatas.

"Sekolah yang telah diberi izin menggelar KBM tatap muka tetap harus menerapkan protokol kesehatan terutamanya pertemuan di sekolah dibatasi hanya sampai empat jam mulai pukul 07.00-11.00 WIB dan kapasitas harus 50 persen," kata Asep, Selasa (24/11).

Ia mengatakan, di wilayah sekitar Garut Kota, belum ada satu pun sekolah yang diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Karena, kasus Covid-19 di wilayah kota dan utara Kabupaten Garut selama ini dinilai masih tinggi dan beberapa sekolah di wilayah itu sebenarnya banyak yang lolos verifikasi terkait protokol kesehatan tapi kegiatan tidak dilakukan karena masuk dalam zona merah.

"Untuk sekolah yang masih masuk pada zona merah di Garut tidak dilakukannya kegiatan belajar mengajar tatap muka. Kami juga tetap mengingatkan agar masyarakat harus lebih disiplin dalam menerapkan aturan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar penyebaran virus korona lebih ditekan lagi," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT