24 November 2020, 10:45 WIB

Cegah Klaster Keluarga, Pasien Covid-19 Dilarang Isolasi di Rumah


Akhmad Safuan | Nusantara

JUMLAH klaster keluarga di Kota Semarang terus bertambah. Apalagi mereka menjalani isolasi mandiri di rumah, menyebabkan penularan antarkeluarga tidak bisa dicegah. Sebab ada anggota keluarga tetap kontak erat dengan pasien isolasi mandiri. 

Untuk menekannya, Pemerintah Kota Semarang akan mengurangi isolasi mandiri dengan memindahkan warga terpapar covid-19 ke rumah dinas wali kota dan gedung diklat Pemkot Semarang. Hingga saat ini pasien covid-19 mencapai 557 orang yang masih menjalani perawatan. Dan ada 119 orang dirawat di luar Kota Semarang.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto menjelaskan bahwa banyaknya klaster keluarga ini harus dicegah dengan memindahkan mereka yang terkonfirmasi positif covid-19 ke gedung diklat atau rumah dinas wali kota Semarang. 

baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 56 Orang

"Pemindahan pasien covid-19 untuk mencegah penularan covid-19 kepada anggota keluarga lainnya. Dan agar tim medis lebih mudah melakukan pemantauan. Warga yang terpapar tidak hanya diberi vitamin, tetapi juga diberi pendampingan psikologi, konseling dan melakukan olahraga bersama," kata Tavip, Selasa (24/11).

Ia sudah meminta seluruh petugas puskesmas di Kota Semarang untuk memindahkan warga yang menjalani isolasi mandiri ke gedung diklat atau rumah dinas wali kota. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT