24 November 2020, 09:51 WIB

Sembilan KPU di NTT Siapkan Bilik Khusus


Palce Amalo | Nusantara

SEMBILAN KPU penyelenggara pilkada serentak di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan bilik khusus bagi pemilih bersuhu tinggi yang datang ke tempat pemunggutan suara (TPS). Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan seluruh pemilih yang datang ke TPS akan dites suhu tubuhnya mengunakan thermogun. 

"Jika ada pemilih misalnya dengan suhu tubuh 37,3 derajat celcius, ditangani di bilik khusus," kata Thomas Dohu di Kupang, Selasa (24/11).

Selanjutnya seorang petugas yang mengenakan baju hamzat, akan membawakan surat suara kepada pemilih tersebut untuk melakukan pencoblosan dengan pantauan saksi. Setelah itu, petugas kembali ke bilik untuk mengambil surat suara yang selanjutnya dimasukan ke kotak suara. Petugas itu yang akan meneteskan tinda pada jari pemilih tersebut.

Thomas menyebutkan pihaknya hanya satu bilik khusus, dan satu baju hamzat di setiap TPS yang nantinya dikenakan oleh petugas menangani pemilih yang membutuhkan penanganan khusus. Saat ini, seluruh KPPS mengikuti bimbingan teknis terkait proses pemungutan suara dan  penerapan protokol kesehatan di TPS. Selain itu, untuk mencegah penyebaran covid 19, KPU telah mengurangi 
pemilih TPS dari biasanya 800 orang menjadi 500 orang dan menyiapkan masker sebanyak 20% dari jumlah pemilih. 

"Kami tetap mengimbau pemilih yang datang ke TPS memakai masker," katanya.

Untuk mencegah kerumuman orang, pemilih yang datang menyalurkan hak suaranya dibagi dalam lima gelombang, per gelombang 100 orang selama satu jam. Ukuran TPS dinilai cukupn luas yakni 8x10 meter. 

"Dalam surat undangan sudah tertulis jam berapa pemilih datang ke TPS," ujarnya.

Adapun sembilan kabupaten yang pilkada di NTT yakni Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sabu Raijua.

baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 56 Orang

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan NTT David Mandala menyebutkan hanya terjadi tambahan satu pasien korona di daerah itu sampai Senin (23/11) malam. Pasien tersebut berasal dari Kabupaten Ende merupakan pelaku perjalanan dari Denpasar,satu pasien sembuh dari Timor Tengah Selatan, dan satu pasien meninggal di Kota Kupang.

Total pasien sembuh dari korona di NTT sampai Selasa pagi berjumlah 670 orang dari 971 kasus. Pasien yang dirawat dan karantina sebanyak 281 orang, dan meninggal 20 orang. Pemerintah Kota Kupang terus mengingatkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus korona meluas di masyarakat. Pasalnya, saat ini Kota Kupang menempati posisi 
tertinggi penyebararn virus korona dengan 362 kasus, terdiri dari 163 sembuh, 185 masih dirawat dan 14 orang meninggal. (OL-3)

BERITA TERKAIT