24 November 2020, 02:40 WIB

Bersiap Menuju Januari 2021


KRISTIADI | Nusantara

TERTIB melaksanakan protokol kesehatan membuat siswa SD dan SMP di Kota Banjar, Jawa Barat, sudah lebih dulu belajar di sekolah. Pada awal September lalu, pembelajaran tatap muka dilaksanakan di 34 SD dan SMP yang daerahnya berstatus zona hijau dan kuning.

Setelah dua bulan berjalan, tidak ada kasus baru di sekolah maupun lingkungan itu sehingga pembelajaran tatap muka diperluas. “Mulai November ini, ada penambahan jumlah sekolah menjadi 53 SD dan SMP,” kata Kepala Seksi Kurikulum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dudu Nurzaman, kemarin.

Evaluasi ketat dilakukan selama proses belajar tatap muka dilaksanakan. Setiap sekolah harus siap dengan protokol kesehatan. Selain itu, ada izin dari ketua komite dan orangtua siswa.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan puskemas dan dinas kesehatan. Sama seperti daerah lain, pembelajaran jarak jauh menghadapi banyak kendala,” lanjut Dudu.

Sukses selama dua bulan, Kota Banjar siap mendukung keputusan pemerintah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka pada Januari 2021. “Kami siap melanjutkan,” tandas Dudu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengaku sedang melakukan fi nalisasi menuju Januari 2021. “Di Jatim sudah ada 1.080 sekolah yang sedang melaksanakan
uji coba pembelajaran tatap muka. Kami masih perlu melakukan evaluasi terus sehingga bisa berjalan efektif sesuai protokol kesehatan.”

Ia menggarisbawahi pentingnya penataan kursi berjarak. Untuk itu, sekolah harus bisa memanfaatkan ruangan yang ada untuk dijadikan kelas sementara, seperti aula.

Persiapan juga sedang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Heroe Purwadi menargetkan mulai Desember ada sekolah yang bisa menjalankan pembelajaran
tatap muka.

“November-Desember ini merupakan tahap persiapan dan uji coba. Jika semua sudah siap, kami bisa memulai pada Januari 2021, seperti keinginan pemerintah pusat,” tuturnya.

Persiapan yang harus dilakukan, dari pengadaan alat tes suhu, tempat cuci tangan, kapasitas kelas, hingga kesiapan guru.


Pesimistis


Di tengah jumlah pasien baru yang terus bertambah, Dinas Pendidikan Cimahi, Jawa Barat, mengaku belum mengambil keputusan untuk menggelar belajar tatap muka pada
Januari 2021. “Ada sejumlah pertimbangan mengapa kami belum bisa memberi kepastian pembukaan sekolah tatap muka Januari mendatang. Di antaranya khawatir menimbulkan
klaster sekolah, apalagi wilayah ini masih berada di zona merah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Harjono.

Namun, dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menuju pembelajaran tatap muka. “Kebanyakan sekolah di Cimahi belum memenuhui syarat fi sik
dan nonfi sik yang ditentukan pemerintah.”

Sikap yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong. “Angka kasus covid-19 terus meningkat. Untuk keamanan dan keselamatan, kami memilih menggelar belajar tatap muka setelah ada vaksinasi.”

Sementara itu, Bupati Belitung, Bangka Belitung, justru harus menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka di wilayahnya yang telah berlangsung di semua jenjang dua kali dalam seminggu. “Kasus covid-19 terus bertambah.” (FL/AT/DG/RF/N-3)

BERITA TERKAIT