23 November 2020, 20:40 WIB

3 Minggu Pascaliburan, Kasus Covid-19 di Yogyakarta Naik 3x Lipat


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

WAKIL Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengakui, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta memang mengalami kenaikan. Kenaikan itu terutama jika  dibandingkan sebelum masa liburan akhir Oktober yang lalu. 

Waktu itu masih berkisar 45 kasus positif harian yang ditangani layanan rumah sakit di Kota Yogyakarta. Namun, saat ini ada 147 kasus positif Covid-19 yang ditangani.

"Artinya, 3 minggu pascaliburan ada kenaikan 3x lebih," kata dia Senin (23/11).

Jika di lihat dari pertumbuhan kasus di kota Yogyakarta, banyak kasus baru terjadi di dalam keluarga. Keseluruhan kasus rumah tangga sekitar 65% dari semua kasus positif.

Misalnya, ada satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan luar kota untuk kerja atau liburan. Namun, sekembalinya dari perjalanan, mereka menularkan kepada anggota keluarga lainnya. Ada pupan kasus yang muncul dari anggota keluarga terpapar dari rekan kerja di kantor kemudian menularkannya di rumah.

"Dengan demikian, yang harus diingatkan adalah agar prokes Covid di rumah tetap dijalankan dengan baik," pesan dia. 

Baca juga: Sumbar Bersih dari Zona Merah

Sepulang dari perjalanan atau bertemu dengan banyak orang di luar, kita mandi dahulu dan pakaian langsung dimasukkan dalam mesin cuci, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.

Di samping itu, jaga jarak, pakai masker, dan selalu cuci tangan tetap harus disiplin dilakukan.

Ia juga menekankan di perkantoran, prokes covid-19 juga harus tetap dijalankan. 

"Jangan menganggap karena setiap hari bertemu seolah-olah sudah tidak ada resiko ya. Sebab setiap orang punya interaksi di luar bisa jadi terkena risiko terpapar," pungkas dia.

Zona Oranye

Heroe juga menyatakan, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, 9 kelurahan masuk zona kuning, 36 zona oranye, dan tidak ada kelurahan yang masuk zona merah. 

"Oleh karena itu, Kota Yogyakarta sampai saat ini kategorinya zona oranye," jelas Heroe.

Penentuan indeks zona untuk Covid19 tersebut didasarkan atas 3 indikator utama, yaitu epidemiologi, surveilans, dan ketersediaan layanan kesehatan, yang dibagi menjadi 14 variabel, antara lain menyangkut angka kenaikan atau penurunan kasus positif, kesembuhan, kematian, jumlah spesimen yang 

diperiksa, angka positif ratenya, serta ketersediaan kamar isolasi maupun ICU.

"Dan dari indikator dan variabel tersebut Yogya ada di zona oranye. Jadi tidak benar di DIY semua zona merah," jelas dia. 

Bahkan berdasarkan data dari Pemda DIY, ada dua kabupaten zona merah, dua zona oranye, dan satu zona zona kuning. Secara keseluruhan, DIY pun masuk kategori zona oranye.

Baca juga: Warga Mimika Terpapar Covid-19 Tembus 3.000 Orang

Ia menyebut, ketersediaan kamar di Kota Yogyakarta masih cukup. Ada 7 rumah sakit di Kota Yogyakarta dengan 13 kamar ICU dan 128 kamar isolasi.

Pada Minggu (22/11) kemarin, kamar ICU yang dipakai 8 ( 61,54%) dan kamar isolasi yang dipakai 102 (79,69%). Ia pun menegaskan, tidak benar kalau semua kamar untuk penanganan Covid-19 di Kota Yogyakarta sudah terisi.

"Kita selalu pantau terus perkembangan kasus dan ketersediaannya sehingga kita terus upayakan semua fasilitas dan layanan kesehatan bisa terus memadai untuk antisipasi perkembangan kasusnya," pungkas dia. (A-2)

BERITA TERKAIT