23 November 2020, 20:38 WIB

45 Ormas di Riau Deklarasi Tolak Rizieq Shihab


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

SEDIKITNYA 45 organisasi kemasyarakatan (ormas) menolak rencana kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Kota Pekanbaru, Riau. Puluhan ormas lintas suku, agama, dan daerah mendeklarasikan kesepakatan dan menandatangani penolakan Rizieq lantaran berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa dan ancaman penularan covid-19.

"Kami sudah melihat ceramah-ceramahnya itu yang menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat. Agar tidak timbul perpecahan, kami mengharapkan dia tidak datang ke sini," kata Ketua Nadhlatul Ulama (NU) Riau Rusli Ahmad saat deklarasi penolakan HRS di Kota Pekanbaru, Senin (23/11).

Rusli menjelaskan, ceramah HRS selalu membuat provokasi dan tidak sesuai dengan etika masyarakat melayu yang islamis, ramah, dan santun. Karena itu, pihaknya bersama puluhan organisasi menyampaikan aspirasi untuk menolak rencana tabligh akbar HRS di Pekanbaru.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Nasional (Seknas) Suara Untuk Negeri (SUN) Sahrin Nasution. Menurutnya, demi mencegah perpecahan antaranak bangsa sebaiknya HRS tidak datang mengunjungi Riau.

"Sebagai ulama seharusnya mampu menjaga kedamaian di tengah umat. Kita baru saja terpecah oleh Pilpres, ada pro Jokowi dan pro Prabowo. Apalagi sekarang sedang pandemi Covid-19 dan pemerintah tengah bekerja membangkitkan lagi ekonomi kita. Tolong jangan ada perpecahan lagi," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT