19 November 2020, 10:29 WIB

Gajah Binaan Tarik Mobil, BBKSDA Riau Bantah Lakukan Eksploitasi


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membantah melakukan eksploitasi terkait rekaman video di media sosial yang menunjukkan gajah Sumatra yang ditunggangi mahout sedang menarik mobil bak terbuka yang terpuruk di jalan tanah.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro membenarkan kejadian itu. Menurutnya, tindakan itu adalah upaya darurat yang dilakukan lantaran mobil lembaga swadaya masyarakat (LSM) Rimba Satwa Foundation (RSF) terpuruk sekitar 1 kilometer (Km) dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Duri atau wilayah Sialang Rimbun, Desa Muara Basung, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Saya sudah berkomunikasi dengan petugas PLG di Sebanga Duri, bahwa mobil yang ditarik gajah adalah mobil LSM Rimba Satwa Foundation yang sedang membawa obat-obatan untuk gajah di PLG. Lokasi tersebut sekitar 1 km dari PLG. Ini adalah upaya darurat," tegas Heru, Kamis (19/11).

Baca juga: Potensi Lokal dan Pariwisata Labuan Bajo Digali

Ia mengungkapkan, gajah jinak terpaksa harus didatangkan ke lokasi mobil yang terpuruk. Hal itu karena kondisi jalan yang sangat parah dan tidak bisa lagi ditarik dengan mobil lainnya.

Humas BBKSDA Riau Dian Indriarti mengatakan pihaknya telah mengeluarkan pernyataan terkait video satwa gajah sedang menarik kendaraan bak terbuka tersebut.

Menurutnya, kendaraan bak terbuka yang ditarik gajah adalah mobil LSM Rimba Satwa Foundation (RSF) yang sedang membawa obat-obatan dan fasilitas untuk pengobatan Gajah Covina yang sedang sakit di PLG Sebanga yang lokasinya sekitar 1 km dari PLG.

"Situasi saat itu mendesak, mengingat kendaraan telah tertahan 2 hari tidak dapat melewati jalan di musim hujan. Saat itu Covina sangat membutuhkan pengobatan," terangnya.

Dian menambahkan, tim yang berada di lapangan sudah menunggu dokter Danang, mahout PLG Sebanga BBKSDA Riau, RSF, dan HIPAM.

"Aktivitas tersebut bukan dalam rangka eksploitasi gajah binaan, akan tetapi semata-mata karena kondisi mendesak, saat keberadaan obat-obatan dan fasilitas medis harus segera sampai di lokasi PLG," terang Dian. (OL-1)

BERITA TERKAIT