16 November 2020, 13:11 WIB

Warga Desa Tadat Dihukum Pegang Besi Panas


Gabriel Langga | Nusantara

NASIB malang yang dialami Mikael Arianto (29) warga Dusun Tadat, Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Telapak tangannya sebelah kanan terluka akibat dihukum dengan besi panas oleh lembaga adat Puter Mudeng Doto Molo yang berlangsung di Kantor Desa Baomekot, Sabtu (7/11). Aksi kekerasan ini disaksikan oleh Kepala Desa Baomekot Laurensius Sai dan aparat Babinsa Kodim 1603 Sikka.

Saat ditemui mediaindonesia.com, Senin (16/11) Mikael Ariyanto di kediamannya mengaku bahwa ia dituduh meniduri seorang perempuan berinisial MY, 34 warga Dusun Tadat hingga kasus ini ditangani oleh lembaga adat dan lembaga Desa Baomekot.

Dihadapan lembaga adat dan pihak Desa Baomekot, Ariyanto menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah meniduri perempuan tersebut. Untuk membuktikan kebenaran pernyataan Ariyanto, 
lembaga adat dan pihak Desa Baomekot mencari pembuktian dengan menggelar sumpah adat dengan membakar besi panas.

"Sumpah adat itu, mereka kasih panas besi berukuran 10 cm. Selanjutnya besi panas itu ditaruh di telapak tangan saya hingga tangan saya terluka. Kejadian ini disaksikan oleh seluruh warga termasuk Kades Baomekot karena aksi bakar besi panas ini justru difasilitasi oleh Desa Baomekot," papar Ariyanto

Ia mengaku tidak terima dengan kejadian itu dikarenakan untuk membuktikan bahwa salah atau benar dengan besi panas. Apabila tangannya terluka berarti salah dan bila tangannya tidak terluka berarti dirinya benar.
 
"Besi dibakar di Kantor Desa Baomekot. Besi itu sudah panas berwarna merah lalu diangkat dan ditaruh di tangan saya. Saya terpaksa ikut karena saya takut dipukul. Siapa pun dia ,kalau kena besi panas pasti terluka. Masa untuk membuktikan benar atau salah harus dengan besi panas," ungkap dia.

Akibatnya, Ariyanto tidak terima kejadian itu melaporkan kepada Polres Sikka itu usai kejadian itu. Namun pihak dari Kepolisian mengarahkan kami untuk melaporkan di Polsek Kewapante dengan kasus penganiayaan.

"Kasus ini, saya sudah lapor di Polsek Kewapante. Katanya besok (Selasa17/11) baru dipanggil semua pihak," ungkap Ariyanto.

Ia pun sudah melakukan visum di RSUD TC. Hillers Maumere.

baca juga: BRI Syariah Bantu Pembiayaan Penggemukan Sapi di Wonogiri

Kepala Desa Baomekot, Lorensius Sai saat dikonfirmasi oleh mediaindinesia.com bahwa membenarkan bahwa yang bersangkutan dihukum dengan besi panas di Kantor Desa Baomekot. Dia menjelaskan, menghukum dengan besi panas itu sudah sesuai dengan proses. Pihak bersangkutan telah menandatangani surat pernyataan sehingga tidak masuk kategori penganiaayaan. 

"Dihukum dengan besi panas itu yang bersangkutan yang mau. Dalam surat pernyataan yang bersangkutan yang menanggung resiko. Yang bersangkutan mau agar tangan di taruh besi. Jadi tidak ada unsur paksa pihak manapun," ujar Kades Baomekot. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT