14 November 2020, 05:15 WIB

Posling Solusi Cegah Stunting saat Pandemi


(DD/J-2) | Nusantara

LAYANAN kesehatan posyandu di Kota Bogor sempat dihentikan sejak pandemi covid-19 melanda. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus korona. Namun, seiring waktu justru muncul kekhawatiran terjadi stunting pada bayi atau balita lantaran kurang vitamin.

Penggerak PKK dan DPMPPA Kota Bogor kemudian memutar otak. Mereka mencari inovasi bagaimana caranya agar layanan posyandu bisa jalan kembali. Demikian penuturan
Ketua Pokja 4 Tim Penggerak PKK Kota Bogor Meira Sofia ketika dihubungi, kemarin.

Selama pandemi, terang dia, pemantauan dengan sasaran bayi dan ibu hamil memang tetap dilakukan. Namun, hal itu hanya melalui grup percakapan Whatsapp. Hasilnya pun dianggap tidak terlalu efektif.

Atas dasar kekhawatiran stunting itu, pada Agustus lalu yang bertepatan dengan bulan imunisasi, posyandu kembali digerakkan. Hanya saja, konsepnya kini berubah menjadi
posyandu keliling (posling).

“Kami berjalan dari rumah ke rumah (door to door), menyambangi setiap rumah bayi, balita, dan ibu hamil yang menjadi rutinitas para kaderkader posyandu,” ujar Meira.

Para kader posyandu selalu membawa tas berisi perlengkapan, seperti timbangan bayi atau balita serta vitamin. Mereka seolah tak mengenal lelah. Dengan ramah dan profesional
terus memberikan pelayanan posling langsung ke rumah sasaran.

Kehadiran kader tersebut disambut antusias dan bahagia dari ibu-ibu hamil dan para ibu bayi dan balita. “Ini sudah cukup menjadi energi dan semangat tambahan bagi mereka (kader). Ada jadwal keliling untuk para kader mendatangi rumah-rumah sasaran didampingi tim dari puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Meira.

Kegiatan posling ini sangat diapresiasi para ibu bayi dan ibu hamil. Posling membuat warga tidak perlu lagi berkerumun di posyandu yang rentan penularan covid-19. Tak hanya
itu, dengan posling, cakupan sasaran pun menjadi lebih tinggi.

“Pelayanan posyandu di posling itu utamanya penimbangan bayi/balita, penyuluhan ketika timbangan bayi/balita berkurang, dan juga pemberian vitamin,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari jubir Pemkot Bogor untuk siaga korona, per Kamis (12/11) pukul 15.30 WIB, jumlah yang terkonfi rmasi bertambah 38 orang atau kasus.
(DD/J-2)

BERITA TERKAIT