14 November 2020, 05:00 WIB

PMI Siap Distribusikan Vaksin Covid-19


SOELISTIJONO | Nusantara

PALANG Merah Indonesia (PMI) menyatakan kesiapannya untuk membantu pendistribusian vaksin covid-19 ke seluruh pelosok Indonesia saat vaksin telah tersedia di Tanah Air. Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla mengungkapkan hal tersebut di sela kunjungannya meresmikan arenatorium di Makassar, Kamis (12/11).

PMI, terang JK, telah menyiapkan 230 unit donor darah (UDD) di seluruh wilayah Indonesia yang berfungsi sebagai pos pemberian vaksin disertai ribuan tenaga vaksinasi.

Sementara itu, Pimpinan Humas PMI Sulsel Syahrul Rustam mengatakan, berdasarkan laporan yang diperoleh terdapat lebih dari 200 UDD yang dipersiapkan membantu pendistribusian vaksin di lapangan.

“Karena itu, sesuai instruksi Pak JK, dari 200 UDD tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dua di antaranya berada di Sulsel. Satu UDD yang telah beroperasi
berada di Makassar,” kata Syahrul.

Ia menambahkan, berdasarkan instruksi dan arahan Ketua PMI Pusat, seluruh relawan akan dilibatkan penuh dalam proses pendistribusian vaksin, tetapi khusus Sulsel akan difokuskan di Kota Makassar melalui UDD setempat.

“Pak JK sudah menginstruksikan peran relawan agar dimaksimalkan utamanya pada saat pendistribusian vaksin di setiap daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua UDD PMI Makassar Syamsu Rizal mengatakan jajarannya siap melaksanakan tugas sesuai instruksi PMI pusat. Apalagi tugas ini merupakan
tugas mulia untuk menekan dan mencegah penyebaran kasus covid-19.


Daerah siap

Pelatihan pemberian vaksin covid-19 diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Cirebon untuk mengantisipasi rencana pemberian vaksin covid-19 pada Januari mendatang.

“Sampai sekarang memang belum ada informasi lebih lanjut, tetapi kami telah bersiap,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, kemarin.

Eny menjelaskan, pihaknya telah memberikan pelatih an secara daring selama satu minggu kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Cirebon. Dijelaskan Enny, ada 60 puskesmas
di Kabupaten Cirebon yang telah dilatih vaksinasi, dan dinkes berfungsi sebagai coordinator.

Tahap pertama, vaksinasi menyasar tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan pelayanan kepada publik, TNI, Polri, dan masyarakat yang berisiko tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menjelaskan dirinya mendapatkan kabar menggembirakan dari IDI Jabar. “Hasil dari vaksinasi 1.600 relawan yang terus dipantau menunjukkan gejala yang menggembirakan,” ungkap Edy, kemarin.

Oleh karena itu, dia yakin, mulai Januari 2021, vaksinasi warga Jabar bisa dilaksanakan. Vaksinasi bertujuan menciptakan herd immunity dengan memberikan vaksin kepada 80% populasi penduduk.

Jika berhasil, kelompok manula dan kelompok balita otomatis akan terproteksi. “Namun pertanyaannya, mampukah vaksin diberikan selama kurun waktu 14 hari?” tutur Edy. Hari ke nol disuntik vaksin dan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin kedua setelah 14 hari. Untuk itu, lanjut Edy, pelatihan akan diberikan untuk tenaga kesehatan yang akan memberikan vaksinasi. (UL/Ant/H-3)

BERITA TERKAIT