13 November 2020, 12:17 WIB

Posling, Terobosan Kota Bogor Cegah Stunting di Kala Pandemi


Dede Susianti | Nusantara

SEKITAR lima bulan di awal masa pandemim, layanan kesehatan posyandu di Kota Bogor sempat dihentikan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penularan covid-19.

Namun, muncul kekhawatiran akan terjadinya stunting pada bayi atau balita (bawah umur lima tahun). Penggerak PKK dan DPMPPA Kota Bogor pun memutar otak, mencari inovasi bagaimana agar layanan posyandu bisa jalan kembali.

Ketua Pokja 4 Tim Penggerak PKK Kota Bogor Meira Sofia mengaku selama pandemi pemantauan memang tetap dilakukan, namun hanya melalui grup whatsapp yang dirasa tidak terlalu efektif.

"Di awal masa pandemi covid-19, kegiatan posyandu sempat terhenti dan hanya melakukan pemantauan via grup whatsapp dengan sasaran bayi/balita dan ibu hamil," kata Meira.

Atas dasar kekhawatiran stunting itu, Agustus lalu bertepatan dengan bulan imunisasi, posyandu kembali digerakkan. Hanya konsepnya berubah menjadi posyandu keliling (Posling).

Kini, berjalan dari rumah ke rumah (door to door), menyambangi setiap rumah bayi, balita dan ibu hamil menjadi rutinitas para kader-kader posyandu.

Baca juga: Selama Pandemi, Kegiatan Posyandu Dibatasi

Mereka selalu membawa tas berisi perlengkapan untuk menimbang bayi atau balita serta vitamin untuk bayi dan balita. Para kader posyandu yang tak lagi mengenal lelah ini dengan ramah dan profesional melakukan pelayanan Posling langsung ke rumah sasaran.

Warga pun menyambut dengan suka cita, hal ini menjadi energi dan semangat tambahan bagi para tenaga kesehatan.

"Ada jadwal keliling untuk para kader mendatangi rumah-rumah sasaran didampingi tim dari puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," jelas Meira.

Kegiatan posling ini sangat diapresiasi para ibu dan ibu hamil, karena mereka tidak perlu lagi datang ke Posyandu yang rentan penularan covid-19, karena kerumunan. Tak hanya itu, dengan Posling cakupan sasaran pun menjadi lebih tinggi.

"Pelayanan posyandu di Posling itu utamanya penimbangan bayi/balita, penyuluhan ketika timbangan bayi/balita berkurang dan juga pemberian vitamin," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Jubir Pemkot Bogor untuk Siaga Korona, per Kamis (12/11) , pukul 15.30 WIB, jumlah yang terkonfirmasi bertambah 38 orang atau kasus.

Dengan adanya penambahan tersebut, total jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.520 kasus dengan yang masih sakit sebanyak 493 orang. Sedangkan dengan adanya penambahan kasus sembuh 16 orang, totalnya menjadi 1.945 orang.

Sementara yang saat ini masih dalam pemantauan ada sebanyak 21 orang. Dan untuk yang meninggal, dengan bertambah 1 orang, totaknya menjadi 82 orang.(OL-5)

BERITA TERKAIT