10 November 2020, 20:15 WIB

Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor RRI Surakarta Tutup Tiga Hari


Widjajadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surakarta, Jawa tengah meminta kantor Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI di Jalan Abdul Rachmad Saleh, Kestalan, Surakarta ditudup selama 3 hari, sejak Selasa (10/11). Hal itu dilakukan karena ditemukan empat pegawai bidang kesenian positif terpapar covid-19.

"Ya sesuai dengan SE Walikota Surakarta, kalau ditemukan kasus positif covid, ya harus tutup, lockdown," ungkap Wali Kota FX Hadi Rudyatmo ketika dikonfirmasi Selasa 10/11).

Kepala Stasiun LPP RRI Surakarta, Sjahbanah Bahdar tidak mengelak jika ada 4 pegawai terpapar covid-19. "Karena itu ada penutupan kantor LPP RRI Surakarta selama tiga hari sejak hari ini (Selasa,10/11)," kata Sjahbanah.

Kebijakan penutupan sementara sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) RRI pusat Jakarta yang menyebutkan jika ada temuan kasus covid-19, maka siaran radio terbatas dengan relay dari Jakarta. Karena itu selama tiga hari kedepan tidak ada siaran lokal untuk mengurangi aktivitas di kantor.

Di sisi lain, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota, Ahyani, menjelasjan, kasus covid-19 ditemukan, bermula dari salah seorang seniman radio bergejala dan dilakukan tes swab mandiri dan hasilnya positif. "Kami lakukan tracing, hasilnya ada temuan tiga orang rekan kerja tertular positif covid-19," jelasnya.

Menurut Ahyani, pasien pertama penelusuran diketahui sempat pergi ke luar kota sebelum pentas ketoprak di Taman Balekambang Solo. Dengan adanya 4 pegawai RRI bidang kesenian positif, maka kantor harus ditutup dan dilakukan bekerja dari rumah selama tiga hari.

Saat ini Satgas Covid Kota telah melakukan tes swab dan karantina mandiri sampai hasil keluar. Tidak hanya pegawai RRI yang terpapar dan dikarantina, karena ada 28 lain warga yang terpapar pada Selasa pagi ini.

"Kasus covid-19 di Kota Solo bertambah 32 orang. Dengan tambahan ini angka kumulatif menjadi 1.412. Perinciannya, 955 sembuh, 320 isolasi mandiri, 80 dirawat inap, dan 57 meninggal dunia," jelas Abyani. (R-1)

BERITA TERKAIT