10 November 2020, 01:00 WIB

Erupsi Merapi, PMI Kerahkan Kendaraan Multifungsi dan Logistik


Mediaindonesia.com | Nusantara

PALANG Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan berupa hazmat, face shield, dan masker bedah ke lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Selain menyalurkan bantuan, kami juga mengerahkan dua unit Hagglund BV-206 (kendaraan multifungsi) serta sejumlah relawan ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi warga dan lainnya dalam upaya meminimalisasikan dampak dari bencana tersebut," kata Sekretaris Jendral PMI Pusat Sudirman Said melalui sambungan telepon, Senin (9/11).

Menurutnya, kendaraan itu akan diberangkatkan dari pangkalan di Cileungsi Kabupaten Bogor menuju lokasi yang sudah ditentukan PMI Jateng dan DIY yaitu di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman. Hagglund akan digunakan untuk memberikan bantuan evakuasi bagi warga yang berada di lokasi rawan luncuran awan panas dan lahar dingin menuju titik pengungsian.

Selain itu, PMI juga mendistribusikan bantuan kepada warga serta petugas yang tengah melakukan operasi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi. Seperti diketahui, dampak dari debu erupsi gunung tersebut bisa mengganggu saluran pernapasan. Apalagi saat ini sedang pandemi covid-19 sehingga bantuan itu harus disegerakan.

Selain itu, relawan yang diterjunkan untuk mengevakuasi warga di sejumlah desa di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Ini terkait penyiapan lokasi pengungsian standar protokol kesehatan covid-19 untuk warga di 13 desa yang tinggal di KRB.

Lanjut Sudirman, evakuasi yang dilakukan PMI bersama petugas lain dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan potensi SAR berbeda setelah terjadi peningkatan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) menjadi siaga (level 3) pada Kamis (5/11). Seperti di Kabupaten Magelang, puluhan relawan PMI dikerahkan membantu evakuasi kelompok rentan (ibu hamil, balita, dan lanjut usia) dari empat dusun di Desa Keningar.

Kepala Markas PMI Magelang Arief Setiohadi mengatakan dua ambulans PMI menjemput kelompok rentan dari rumah tinggal menuju lokasi pengungsian di gedung SDN Ngrajek dan rumah kepala desa setempat. "Dalam proses evakuasi itu kami berkoordinasi dengan petugas Damkar, BPBD, dan TNI," tambahnya.

Sedikitnya 512 jiwa dievakuasi tim gabungan ke sejumlah titik pengungsian. Di pengungsian. PMI menerapkan protokol kesehatan terhadap pengungsi. Selain itu, PMI Magelang juga membangun dapur umum (DU) untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

"Personel yang bertugas di DU PMI sebanyak 14 personel dalam pelayanan memasak di Tea Tamanagung sejak Sabtu (7/11) hingga satu pekan ke depan," katanya. Informasi yang dihimpun, di Kabupaten Magelang terdapat tiga desa berstatus KRB di Kecamatan Dukun, Magelang, yakni Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo. Di daerah ini terdapat 795 pengungsi di sembilan titik pengungsian.

Staf Humas PMI Boyolali Mohammad Aziz Nugraha menjelaskan ada tiga desa berstatus KRB di Kecamatan Selo, antara lain Jrakah, Klakah, dan Tlogolele. "Puluhan warga pada hari ini (kemarin) yang berada di KRB sudah kami evakuasi bersama petugas dan relawan lain," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Bagian Logistik PMI Pusat Ilham Huznul  mengatakan pada tahap pertama bantuan yang didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Yogyakarta yakni hazmat sebanyak 1.000 dan face shield 1.000 lembar. Untuk Jawa Tengah, ada hazmat 3.000 lembar, face shield 3.000 lembar, dan masker bedah sebanyak 50 ribu lembar. "Bantuan untuk tahap berikutnya sudah kami siapkan untuk segera disalurkan ke lokasi terdampak," tambahnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT