04 November 2020, 00:10 WIB

Tetap Berpesta di Masa Pandemi


Yose Hendra | Nusantara

MULAI 9 November, Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, melarang warga mereka menggelar pesta pernikahan. Yang dimaksud pesta, bukan pernikahan sederhana untuk mengesahkan hubungan antarsepasang anak manusia.

Kesempatan itulah yang dimanfaatkan Irwan Prayitno untuk mengadakan pesta pernikahan anaknya pada 6-8 November. Pesta itu berlangsung tiga hari.

Suara sumbang seputar kepedulian dilontarkan sejumlah tokoh masyarakat. Namun, Gubernur Sumatra Barat itu bergeming.

"Keluarga telah berencana jauh-jauh hari untuk mengadakan pesta nikah pada 4-6 Desember. Namun, setelah ada pelarangan, kami memajukannya menjadi sebelum 9 November," ujarnya, kemarin.

Irwan memastikan tidak ada konspirasi antara keputusan pemerintah kota dan keluarganya. Ia mengaku memiliki bukti keluarga sudah mencetak undangan untuk acara pada Desember.

"Sebagai orangtua, saya bertanggung jawab memberikan kesempatan bagi anak untuk menikah," tuturnya.

Pesta pernikahan, janji Irwan, akan berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. "Tamu tidak makan di tempat. Panitia tidak menyediakan meja dan tamu hanya diberi nasi kotak."

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pemkot sudah memberi izin pembukaan bioskop untuk umum. "Ini upaya kami mendorong ekonomi masyarakat kembali bergerak di tengah pandemi, tapi syaratnya tidak boleh memperburuk upaya pengendalian covid-19 yang sudah kita lakukan bersama-sama," ungkap Pjs Wali Kota Rudy Djamaluddin.

Ia menambahkan, izin pembukaan bioskop sama dengan izin pesta pernikahan di hotel atau gedung. "Selama protokol kesehatan bisa dipastikan berjalan tentu saja bisa direkomendasikan untuk dibuka."

Kemarin, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan juga menggulirkan program Festival Literasi. "Tujuan acara ini untuk memompa semangat anak muda tidak berhenti berkreasi di masa pandemi," ujar Gubernur Herman Deru.

Dengan protokol kesehatan yang ketat, lanjutnya, tujuan baik akan bermanfaat bagi semua. "Di Sumsel, perekonomian tetap tangguh karena kita tetap berinovasi di masa pandemi."

 

Banyak klaster

Di Jawa Timur, Gugus Tugas Covid-19 masih berkonsentrasi dengan munculnya banyak klaster, mulai mal, keluarga, hingga perjalanan. "Kami mewaspadai klaster baru yang muncul dampak dari liburan panjang di akhir pekan," kata juru bicara gugus tugas, Makhyan Jibril.

Ketidaktaatan pada protokol kesehatan juga terasa di ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sampai-sampai hakim Dju Jhonson Mira Mangngi harus beberapa kali menegur pengujung karena tidak menerapkan protokol kesehatan. "Saya minta tolong persidangan berikut tidak boleh berkerumun seperti ini. Kalau tidak, nanti saya tutup pintu," katanya seusai memimpin sidang.

Di Tuban, Jawa Timur, 30 warga mendapat sanksi tegas karena melanggar protokol kesehatan. "Mereka dikenai sanksi sosial dan denda sesuai dengan kesalahan. Kebanyakan karena tidak mengenakan masker saat berada di ruang publik," ujar juru bicara satgas, Endah Nurul Komariyati. (LN/DW/FL/PO/YK/N-3)

BERITA TERKAIT