28 October 2020, 02:10 WIB

Ilyas– Endang Masuk Gelanggang Lagi


Dwi Apriani | Nusantara

NASIB baik menaungi pasangan Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Pada 12 Oktober lalu, Komisi Pemilihan Umum Daerah Ogan Ilir, Sumatra Selatan, memutuskan mendiskualifikasi pasangan petahana itu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat pasangan itu melanggar sejumlah aturan pilkada.

Namun, kubu Ilyas-Endang melawan. Mereka mengajukan keberatan ke Mahkamah Agung pada 14 Oktober. Keputusan MA sudah diambil, kemarin.

Hasilnya, MA berpihak pada pasangan ini. MA mengabulkan permohonan mereka. “Kami masih menunggu salinan putusannya,” ujar tim advokasi Ilyas-Endang, Firli Darta.

Tanpa harus menunggu waktu untuk menggelar syukuran lebih dulu, Firli sudah menyiapkan langkah balasan.

“Kami akan melaporkan balik KPUD Ogan Ilir ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.”

Ia menuding KPUD memaksakan diri mengambil keputusan diskualifikasi. Mereka diduga ada keberpihakan terhadap pasangan calon lain.

“Tim sukses akan langsung tancap gas lagi. Kami berkampanye menyosialisasikan kepada masyarakat atas perkembangan kondisi yang ada,” tandas Firli.

Ia mengaku pasangan Ilyas-Endang merugi karena keputusan diskualifi kasi. Namun, dengan hasil baik dari MA, pihaknya akan bertambah semangat. “Kami membuka mata masyarakat Ogan Ilir bahwa yang dituduhkan pada pasangan ini tidak benar.”

Pilkada Ogan Ilir diikuti dua pasangan calon. Ilyas-Endang ditantang pasangan Panca Mawardi-Ardani Arwin Novansyah.

Sementara itu, untuk mendukung pilkada bersih, Bawaslu Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, terus membentuk desa antipolitik uang. Sampai kemarin, mereka sudah bisa mendeklarasikannya di tiga desa.

“Ketiga desa berada di tiga kecamatan. Dengan pembentukan desa antipolitik uang, kami berharap kampanye akan berlangsung jujur, adil, dan bersih,” kata anggota Bawaslu Mukomuko, Deni Setiabudi.

Sampai Desember, Bawaslu akan terus memperbanyak jumlah desa antipolitik uang. Jumlah desa di kabupaten itu mencapai 148. (DW/MY/N-2)

BERITA TERKAIT