26 October 2020, 16:50 WIB

Positif Covid-19, Puluhan Napi LP Kerobokan Diisolasi di Aula


Arnoldus Dhae | Nusantara

PULUHAN warga binaan di LP Kerobokan, Denpasar, Bali, yang berdasarkan hasil tes swab positif Covid-19, saat ini sudah diisolasi. 61 napi yang positif Covid-19 tersebut kini ditempatkan di aula LP.

"Mereka adalah warga binaan lapas. Mereka tidak bisa dikarantina di luar Lapas karena statusnya. Jadi mereka kita karantina di Aula Lapas Kerobokan. Daya tampungnya masih cukup sebab aulanya besar dan bisa menampung lebih dari 400 orang," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk di Denpasar, Senin (26/10).

Karena mereka sudah dinyatakan positif maka para warga binaan tersebut ditarik dari bloknya masing-masing dan dikarantina di aula. Tujuannya agar warga binaan yang sudah positif tidak menulari yang lainnya yang masih sehat.

Menurut Manihuruk, sebelumnya digelar pemeriksaan massal di Lapas Kerobokan dengan rapid test. Hasil rapid test tersebut diketahui ada 627 orang yang dinyatakan reaktif. Semua napi yang dinyatakan reaktif kemudian menjalani pemeriksaan swab. Dari jumlah tersebut, diketahui ada 61 orang positif Covid-19.

Dari 61 napi tersebut, 7 orang merupakan warga asing yang sedang menjalani masa hukuman di LP Kerobokan. "Perlakuannya sama. Jangan sampai kita diskriminasi atau membeda-bedakan, antara WNA dan warga lokal. Mereka tetap diisolasi di aula lapas, sama dengan para napi lainnya yang positif Covid1-9," ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi ke-61 warga binaan yang positif Covid-19 dalam keadaan baik. Mereka termasuk orang tanpa gejala (OTG).

"Semuanya kondisinya dalam keadaan sehat-sehat walafiat. Makanya kita menyiapkan vitamin agar bangkita rasa percaya dirinya sehingga cepat sembuh," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT